DPR RI Desak KPK Dalami Kasus Bantuan Kemensos Yang Ditempeli Stiker Bupati Klaten

Stiker Bupati Klaten pada bantuan sosial virus corona | Foto: idntimes

JoSS, JAKARTA – Anggota Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Supriansa, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kasus stiker bergambar Bupati Klaten Sri Mulyani yang ditempel di botol hand sanitizer bantuan dari Kementerian Sosial yang dibagikan kepada masyarakat.

“Jangan sampai diboncengi kepentingan politik,” kata Supriansa saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan pimpinan KPK hari ini di Kompleks Parlemen,  Jakarta, Rabu (29/4).

Ia meminta KPK memeriksa baik-baik masalah itu. “Kalau coba-coba menunggangi, jadi penumpang gelap, perlu juga diberi pelajaran orang seperti itu,” ucapnya.

Tindakan, kata dia, diperlukan agar orang tidak main-main dengan anggaran Covid-19. Musababnya, semua anggaran negara dialihkan untuk penanganan Covid-19. Mulai dari APBN, APBD, dan APBDesa.

Dikutip dari Bisnis.com, Supriansa juga meminta KPK menelusuri berbagai modus korupsi dalam penyaluran bantuan sosial. Ia mencontohkan pendataan yang serampangan, penerima salah sasaran, penggelapan dana bantuan, hingga pungutan liar.

Baca juga: Hand Sanitizer Dari Kemensos Ditempel Gambar Bupati Klaten Jadi Gunjingan Netizen

Kasus botol cairan pencuci tangan berstiker Bupati Klaten ini viral di media sosial Twitter. Bupati Klaten Sri Mulyani lewat akun Twitter resminya telah mengakui kesalahannya dan telah meminta maaf.

Banyak warganet mencibir tindakan Sri Mulyani itu dan mengaitkan dengan akhir masa jabatannya dan momen Pilkada 2020.

Dalam paparannya, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan pengadaan barang/jasa dan bantuan sosial menjadi paling rawan penyimpangan juga dipengaruhi oleh momen Pilkada serentak 2020. Ia menjelaskan penanganan Covid-19 saat ini melibatkan semua provinsi, kabupaten, dan kota.

Dari 542 daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) yang mengalokasikan dana tidak semua terpapar wabah itu. “Pertanyaannya berapa yang enggak terpapar dan berapa yang pilkada dan tidak terpapar, ini yang sedang kami petakan,” kata Firli. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*