Belva Bantah Tudingan Ruangguru Milik PMA Singapura

Adamas Belva Syah Devara | Foto: net

JoSS, JAKARTA – Adamas Belva Syah Devara membantah tudingan bahwa perusahaan miliknya Ruangguru adalah masuk kategori perusahaan asing. Polemik soal kepemilikan saham Ruangguru disorot pasca menjadi mitra pemerintah dalam melaksanakan program kartu Prakerja yang berujung pengunduran dirinya menjadi staf khusus Presiden Joko Widodo.

Untuk diketahui, terdapat delapan mitra platform digital yang digandeng oleh pemerintah untuk memberikan materi pelatihan prakerja. Delapan mitra platform digital itu yakni Bukalapak, Tokopedia, Kemnaker, Skill Academy by Ruangguru, Pintaria, Sekolah.mu, MauBelajarApa, dan Pijar.

Total dana yang dikucurkan pemerintah untuk program ini senilai Rp 19,88 triliun yang menyasar 5,6 juta penerima manfaat. Menjadi bersoal manakala perusahaan asing tidak berhak mengelola program pelatihan Kartu Prakerja yang digagas pemerintah.

Seperti kabar yang beredar, Ruangguru dikabarkan masuk dalam kategori perusahaan asing di mana tercatat sebagai perusahaan modal asing (PMA) yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Ruangguru Pte Ltd. Ruangguru Pte Ltd merupakan perusahaan yang berasal dari Singapura.

Baca juga: Lebih Dari 1 Juta Warga Mendaftar Program Kartu Prakerja Tahap II

Belva sapaan akrab pendiri sekaligus CEO Ruangguru itu pun buka suara. Dalam InstaStory Instagramnya, dia mengatakan bahwa tidak benar jika Ruangguru mayoritas dimiliki oleh investor Singapura.

“Tidak benar mayoritas dimiliki investor Singapura,” kata Belva. Dia pun mengklaim bahwa Ruangguru Pte Ltd juga merupakan perusahaan yang dimilikinya. Memiliki karyawan yang bekerja di Singapura.

“Ya Ruangguru Pte Ltd yang di Singapura ya punya saya juga, kami juga punya pegawai di Singapura,” jelas dia.

Belva juga menjelaskan bahwa selain di Singapura, dia bersama timnya memiliki perusahaan yang sama di sejumlah negara.

“Selain Singapura, kami juga ada perusahaan Ruangguru lain + ratusan pegawai di Vietnam dan juga di Thailand. Semuanya punya saya, anak muda berkebangsaan Indonesia,” terang dia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*