Aplikasi Zoom Rentan Serangan Hacker Cabul, Ini Tips Menggunakannya

Ilustrasi | Foto: nyunews.com

JoSS, SEMARANG – Baru-baru ini pemerintah Singapura melarang guru menggunakan Zoom lagi untuk kegiatan belajar dari rumah selama pandemi virus corona.

Pasalnya aplikasi ini ternyata rentan serangan hacker yang tiba-tiba masuk dengan menampilkan gambar dan film cabul ke dalam kelas virtual yang terpaksa dibuat selama pandemi corona, dan membuat komentar cabul.

Melansir AFP, dua orang pria menyusup masuk ke dalam kelas virtual yang diselenggarakan sebuah sekolah di Singapura. Dalam kelas virtual yang terdapat siswi remaja, dua pria itu menunjukkan gambar cabul dan membuat komentar cabul.

Kementerian Pendidikan Singapura dikabarkan sedang menyelidiki insiden serius tersebut dan para guru telah menangguhkan penggunaan aplikasi tersebut hingga masalah keamanan diselesaikan.

Di Semarang, hal yang sama juga pernah terjadi. Yakni ketika sejumlah jurnalis tengah mengikuti pressconference dalam sebuah meeting yang diikuti oleh sejumlah akademisi, LBH dan LSM dengan topik pembahasan Pembangunan Tol Tanggul Laut Semarang-Demak.

Suasana presscon mendadak riuh ketika belasan penyusup tiba-tiba masuk di ruang dialog berteriak mengutarakan perkataan kasar, beberapa lainnya memutarkan film porno dan menampilkan gambar-gambar cabul.

Hal ini tentunya sangat disayangkan, ketika aplikasi ini sangat dibutuhkan saat-saat ini untuk mengakomodir meeting atau kegiatan konferensi pers lainnya di tengah penerapan kebijakan pembatasan jarak sosial akibat pandemi Covid-19.

Sakti Prapanca, Pakar Teknologi Informasi (TI) di Semarang mengatakan gangguan penyusup ini ditengarai akibat persaingan bisnis, mengingat pengguna Zoom di Indonesia naik lebih dari 20 kali lipat. Dari Desember tahun lalu yang masih sekitar 10.000 pengguna per April ini sudah mencapai lebih dari 200.000 pengguna.

Meski demikian, hal ini bisa diatasi dengan menggunakan setingan ID dan password, sehingga peserta rapat hanya bagi yang telah mendapatkan ID dan password. “Host atau yang berperan sebagai admin bisa mengelola rapat, mengontrol peserta yang masuk dan mencegah masuknya penyusup,” katanya kepada JoSS.co.id.

Dia menambahkan setingan ID dan password ini bisa dilakukan saat membuat kelas atau ruang rapat, baik untuk aplikasi Zoom berbayar maupun yang trial atau gratis.

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan, Zoom mengatakan sangat mengutuk perilaku tersebut. Mereka mengaku berkomitmen untuk menyediakan alat dan sumber daya yang dibutuhkan para pendidik dalam menggunakan aplikasinya agar mendapat jaminan keamanan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*