
JoSS, SEMARANG – Partai Golkar menawarkan Wisma Karya yang ada di Kompleks perkantoran DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Golkar Jawa Tengah, untuk dijadikan Rumah Sakit (RS) Darurat Corona untuk isolasi pasien yang positif terinfeksi Covid-19. Tawaran tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Panggah Susanto, saat memberi arahan kepada jajaran Partai Golkar di Jateng melalui live streaming, Kamis (26/3/2020).
Selain memerintahkan penyiapan pemanfaatan Wisma Karya Semarang sebagai RS Darurat Corona, Panggah juga memerintahkan jajarannya untuk segera menyalurkan bantuanberupa 5.000 masker, 5.000 botol hand sanitizer dan 15.000 brosur pencegahan penyebaran virus corona kepada masyarakat luas. “Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Partai Golkar Jateng sekaligus sebagai sarana edukasi pada masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Panggah Susanto yang juga anggota DPR RI dari Dapil Jateng VI.
Wisma Karya Semarang, yang terletak di Jl Kyai Saleh, diyakini jika dimanfaatkan akan mampu menampung cukup banyak pasien. Pasalnya, gedung tiga lantai ini, jika akan dipakai untuk RS Darurat Corona akan dikosongkan. Diperkirakan, jika ditata sebagai ruang perawatan bisa menampung sekitar 150 pasien.

Di samping meminta jajarannya aktif mendukung upaya pencegahan penyebaran virus corona, Panggah juga meminta kader Partai Golkar yang ada di lembaga legislatif, baik di DPRD Provinsi Jawa Tengah maupun di DPD II yang ada di 35 kabupaten dan kota di Jateng, untuk bersikap positif dan responsive mendukung proses pengalihan anggaran kegiatan di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) untuk penanganan virus corona. Dia meminta legislator Golkar harus menjadi inisiator yang berada di garis depan demi melindungi rakyat dari ancaman wabah Covid-19.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Tengah, M Saleh, dan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah dari Partai Golkar Ferry wawan Cahyono, menyatakan siap melaksanakan perintah Ketua DPD Partai Golkar periode 2020-2025. Saleh memastikan perintah tersebut sudah ditindak-lanjuti dan segera dilaksanakan secara penuh. “Selesai live streaming, hand sanitizer dan masker langsung kami bagikan,” kata Ferry Wawan Cahyono.
Baca juga: Tiga Skenario Pemerintah Terkait Kebijakan Mudik di Tengah Pandemi Covid-19

Sementara itu M Saleh selaku Ketua Fraksi Golkar memastikan fraksinya sudah menghentikan semua kegiatan yang sifatnya kunjungan ke luar provinsi dan keluar negeri, agar dana yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut bisa dipakai untuk penanganan virus corona di Jateng. “Kami masih mengkaji anggaran kegiatan dewan lainnya yang bisa dialihkan untuk membiayai penanganan wabah Covid -19 di Jawa Tengah yang kita cintai ini,” ujar Saleh yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Jateng.
Komitmen partai, dipastikan tidak hanya di tingkat provinsi. Di DPRD Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Tengah juga didorong untuk mendukung pembahasan pengalihan anggaran untuk diutamakan pada program penanganan wabah Covid-19 yang terus merambah ke beberapa wilayah di Jawa Tengah.
Dari laporan per Kamis, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Tengah mencapai 38 kasus, dimana 4 orang di antaranya meninggal. Di Kota Semarang saja ada 15 pasien positif corona yang dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RSUP Kariadi (7 pasien), RSUD Wongso Negoro (5 pasien) dan RS Telogorejo (3 pasien). Sementara jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Jateng dilaporkan sudah mencapai 2.416 orang.
“Melihat data tersebut, kita harus betul-betul serius dan fokus dalam menanganinya. Kita juga meminta masyarakat untuk patuh dan mentaati protokol dan himbauan pemerintah supaya wabah ini tidak meluas. Di semua kabupaten dna kota sudah ada ODP dan PDP, karena itu kita harus menghadapinya secara bersama-sama,” katanya. (wid)

Leave a Reply