JoSS, PACITAN – Gempa bermagnitudo 5,1 yang berpusat di selatan Jogja atau tepatnya di wilayah Pacitan, Jawa Timur terasa di sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan kekuatan sedang dan ringan. Lokasi Gemba berdekatan dengan sumber gempa dahsyat yang pernah terjadi 83 tahun lalu.
Berdasarkan informasi yang dibagikan Twitter resmi BMKG, gempa terjadi sekitar pukul 15.03 WIB dengan lokasi 106 Km Barat Daya Pacitan terjadi, Kamis (12/3) pukul 15.03 WIB.
Peneliti BMKG, Daryono menyebut bahwa lokasi sumber gempa yang terjadi di selatan Yogyakarta tersebut dekat dengan sumber gempa dahsyat yang pernah mengguncang dan merusak di Pulau Jawa. Gempa dahsyat 7,2 skala richter pada tahun 1937 itu mampu merobohkan 2.200 rumah.
Hal tersebut seperti diungkapnya lewat kicauan di akun Twitternya @DaryonoBMKG, beberapa waktu lalu.
“Lokasi sumber gempa selatan Yogyakarta M 5,1 sore ini dekat dengan sumber gempa dahsyat yang mengguncang dan merusak di Pulau Jawa pada 27 September 1937. Saat itu terjadi gempa besar dengan kekuatan M 7,2 dengan dampak gempa mencapai VII-IX hingga menyebabkan 2.200 rumah roboh,” tulisnya.
Baca juga: Aktivitas Wisata dan Pendakian Gunung Bromo Ditutup Total Selama Nyepi
Menurut Daryono, gempa dengan magnitudo 7,2 yang terjadi tahun 1937 skala dampaknya sampai VII-IX MMI dan menyebabkan 2.200 rumah roboh.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa Kamis (12/3) berada di laut pada kedalaman 53 km di koordinat 9.06 LS dan 110.56 BT, tepatnya 113 km arah barat daya Kota Pacitan.
Gempa dangkal yang terjadi karena subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia itu getarannya dirasakan di Pacitan, Ponorogo, Tulungagung, Bantul, Klaten, Wonosari, dan Yogyakarta pada skala intensitas II-III MMI atau terasa seakan akan ada truk lewat.
Di Cilacap, Trenggalek, dan Purworejo, getaran gempa tersebut dirasakan lemah dalam skala intensitas II MMI, menyebabkan benda-benda yang digantung bergoyang.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan yang timbul akibat gempa bumi tersebut, yang menurut pemodelan tidak berpotensi menyebabkan tsunami. (lna)

Leave a Reply