BMKG: Banjarnegara Waspada Banjir, Longsor dan Angin Kencang

BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara | Foto: net

JoSS, BANJARNEGARA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Banjarnegara meminta masyarakat mewaspadai bencana hidrometeorologi pada puncak musim hujan.

Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, dan puting beliung.

“Memasuki puncak musim hujan pada bulan Januari ini masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi,” kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie di Banjarnegara, Kamis (2/1)

Dia menambahkan, masyarakat tidak perlu panik namun perlu tetap meningkatkan kewaspadaan terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama. Kategori lama yakni di atas 30 menit karena dikhawatirkan dapat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, angin kencang.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kata dia, peningkatan intensitas curah hujan dengan durasi waktu yang lebih lama di sebagian besar wilayah di Jawa Tengah akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.

Baca juga: BMKG: Cuaca Ekstrem di Indonesia Sepekan Ke Depan, Jateng Dan DIY Waspada

“Karena itu, jika memungkinkan maka warga dapat melakukan sejumlah upaya antisipasi, misalkan segera memangkas cabang-cabang pohon yang rawan patah atau tumbang, selain itu perlu membersihkan selokan dari sampah-sampah yang menghambat saluran drainase agar tidak terjadi genangan,” katanya.

Dia juga menambahkan, kendati terdapat potensi cuaca ekstrem hingga beberapa hari ke depan, namun masyarakat diimbau untuk selalu menyaring pemberitaan yang beredar.

“Jangan mudah percaya hoaks atau disinformasi soal kondisi cuaca, jika masyarakat membutuhkan informasi terkini mengenai kondisi cuaca dapat menghubungi kantor BMKG terdekat atau mengecek informasi terkini melalui akun-akun resmi media sosial milik BMKG,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Sebelumnya, koordinator bidang bencana geologi Pusat Mitigasi Universitas Jenderal Soedirman, Dr. Indra Permanajati mengatakan bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh fluktuasi keberadaan air yang ada di dalamnya termasuk curah hujan.

“Bencana ini meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang dan sebagainya. Bencana itu bisa dipengaruhi oleh perubahan musim,” katanya.

Dia mengatakan, dengan berakhirnya musim kemarau, maka kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi akan meningkat.

Untuk itu, kata dia, pemerintah daerah perlu meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi bencana hidrometeorologi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*