Lebih Parah Dari Corona, Kasus DBD Capai 17.820 Orang 104 Meninggal Dunia

Ilustrasi | Foto: kanalkalimantan.com

JoSS, JAKARTA – Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia dalam tiga bulan terakhir mencapai 17.820 kasus. Dari  jumlah tersebut 104 di antaranya meninggal dunia.

Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi paling tinggi angka kematiannya, yakni 32 orang dan urutan ke dua terbanyak mencapai 2.732 kasus. Provinsi dengan kasus tertinggi yakni Lampung dengan jumlah penderita sebanyak 3.431 kasus, lalu Jawa Timur dengan 1.761 kasus.

Sebelumnya ada enam kabupaten di Indonesia yang dinyatakan berstatus kejadian luar biasa (KLB). Namun, berdasarkan keterangan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, hingga hari ini tinggal Kabupaten Sikka, NTT yang masih berstatus KLB.

“Tadi ada enam kabupaten yang menyatakan KLB, tapi karena tren kasus turun mencabut statusnya, tinggal Sikka,” ujar Siti di Gedung Kemenkes, Rabu (11/3)seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Siti mengatakan terkait penanganan DBD, Kemenkes akan turun apabila Dinas Kesehatan di kota/kabupaten tidak mampu menanganinya. “Kalau kabupaten/kota enggak siap (menangani DBD) ya baru kita (Kemenkes) turun,” ujarnya.

Baca juga: Dalam 24 Jam, Jumlah Pasien Corona di RI Bertambah 13 Orang

Demam berdarah dengue (DBD) menjadi sorotan setelah ada lonjakan kasus pada Maret 2020. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 14.716 kasus dengan 94 korban jiwa sejak 1 Januari hingga 5 Maret 2020. Angka itu kemudian melonjak menjadi 16.099 orang terjangkit dan 100 orang meninggal dunia. Namun hari ini, angkanya kembali melonjak.

Kematian paling banyak terjadi di Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, dan Jawa Timur sehingga ditandai sebagai zona merah. Kemudian Lampung, Jawa tengah, Bengkulu dan Sulawesi Tenggara. Diikuti Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah ditetapkan menjadi zona kuning.

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah tidak melupakan penanganan demam berdarah dengue (DBD) saat menghadapi penyebaran virus corona (Covid-19).

Saleh mengatakan kasus DBD di Indonesia patut menjadi perhatian. Secara nasional, sejak Januari lalu sudah lebih dari 100 orang meninggal karena DBD.

“Kalau dihitung jumlah orang yang sakit ditimbulkan oleh DBD ini kan lebih besar [dari corona]. Karena itu, pemerintah tidak boleh memalingkan wajahnya dari persoalan itu. Jadi pemerintah harus bersungguh-sungguh mengatasi itu,” ujar Saleh saat dihubungi wartawan, Selasa (10/3). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*