JoSS, SOLO – Kabar duka datang dari dunia seni tari di Tanah Air, khususnya bagi seniman Jawa Tengah. Penari senior Solo Bambang Besur meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Selasa (21/1) malam. Informasi meninggalnya pria bernama asli Bambang Besur Suryono ini disampaikan sejumlah seniman Solo.
Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir melalui media sosial seniman yang meninggal dunia di usia 60 tahun tersebut. Sebut saja penari Eko Supriyanto, pegiat teater Dody Eksa, penari GWO Heru Purwanto, dan pelaksana humas sekolah seni mangkunegaran Asga, Nunik.
Sampai berita ini diturunkan belum ada kabar lebih lanjut dari pihak keluarga maupun kerabat mengenai persemayaman dan pemakaman almarhum Bambang Besur. Saat ini jenazah Bambang masih di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo.
Baca juga: Mengenal Konsep Tobong dalam Kesenian Tradisi Sejak Dasawarsa 30-an
Dikutip dari Solopos.com, Nama Bambang Besur Suryono dikenal melalui karya-karyanya berupa koreografi tari yang telah dipentaskan di berbagai kota di Indonesia dan mancanegara.
Selain menjadi salah satu pengajar pascasarjana di Institut Seni Indonesia Surakarta, dia juga mengajar di berbagai negara. Bambang Besur merupakan salah satu penerima hibah seni dari Yayasan Kelola.
Ia beberapa kali ikut proyek besar di bidang tari. Dia juga terlibat dalam film bisu Setan Jawa. Ia mendukung film tersebut bersama seniman tari Solo lainnya seperti Danang Pamungkas, Anggono, Cahwati, Dorothea Quin, penari senior Solo Rusini, serta mantan pegiat teater yang dikenal dengan Ibnu Sukodok.
Dalam film tersebut Bambang mengenakan kostum jarit, riasan seperti kabuki dengan garis merah di bibir dan rambut dikuncir ke atas. Di salah satu adegan, dengan gerak gemulai yang terinspirasi dari tari Jawa, ia menggoda Asih yang sedang mandi di bawah pohon beringin besar. (lna)

Leave a Reply