JoSS, SEMARANG – DPRD Jateng menilai diperlukan sinergitas antarprovinsi guna mendorong pengembangan kawasan strategis nasional (KSN) yang berada di dua provinsi itu yakni di sektor infrastruktur dan kepariwisataan.
Untuk diketahui, jalan tol Bawen-Jogja; Solo-Jogja; dan Cilacap-Jogja adalah konsep KSN yang saat ini mulai dirintis untuk direalisasikan di Jateng dan DIY. Sektor kepariwisataan, pengembangan kawasan pariwisata Candi Borobudur pun harus terkoneksi dengan Yogyakarta International Airport di Kulonprogo (DIY).
Dalam kunjungannya di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DI Yogyakarta pada Jumat (24/1) Komisi D DPRD Jateng menekankan pentingnya sinergitas antarprovinsi.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman, Ferry Wawan Cahyono dan Quatly Abdulkadir Alkatiri. Turut serta Kepala Dinas PU Bina Marga Cipta Karya Jateng Hanung AR
Ketua Komisi D Alwin Basri mengatakan, Pemprov DIY dalam pengembangan KSN terutama konektivitas pengembangan kawasan pariwisata Borobudur telah mengembangankan konsep “Bedah Menoreh”. Daerah perbukitan di eks Karesidenan Kedu ini berada di dua daerah administrasi berbeda yakni Jateng-DIY.

“Apakah Bedah Menoreh ini nanti juga terkoneksi dengan Jateng? Kami ingin mengetahui supaya menjadi jelas. Di sini juga hadir Kepala Dinas PU Bina Marga Jateng, masyarakat tentu berharap program dari DIY bisa turut dinikmati di Jateng,” ungkapnya, dikutip dari dprdjatengprov.go.id.
Baca juga: DPRD Jateng Minta KPU Wonosobo Kreatif Dalam Sosialisasi Pemilih Pemula
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso menyoroti pengembangan jalan di perbatasan DIY (Gunungkidul)-Jateng (Wonogiri) terkait proyek Jalan Selatan-Selatan. Samirun juga melontarkan perihal pengembangan tol Cilacap-Jogja.
Kepala Dinas PUP ESDM DIY Hananto Hadi Purnomo beserta Kabid Bina Marga Muchammad Ghaib mengatakan, untuk Bedah Menoreh sebuah konsep konektivitas Bandara YIA (DIY) dengan kawasan pariwisata nasional Borobudur (Jateng).
Konsep jalan utama mulai dari Temon (Kulonprogo) sampai Borobudur (Kabupaten Magelang). Daerah-daerah sekitar jalan utama itu sekarang ini sudah muncul objek-objek wisata. Pembuatan jalan alternatif sudah dibuat detail engineering design (DED).
Ghaib menambahkan, konsepnya setelah dari Bandara YIA terkoneksi dengan Temon lalu ke Kabupaten Magelang. Pelebaran jalan sudah dilakukan, pembebasan lahan pun sudah disosialisasikan. Pada 2020 ini sudah mulai dikerjakan.
Perihal tiga trase tol, Hananto menyebutkan untuk sementara tahapan yang baru terealisasi adalah persiapan izin penetapan lokasi untuk tol Jogja-Solo. Lokasi pertemuan tol trase itu ada di Desa Manisrenggo, Klaten.
Begitu juga dengan tol Jogja-Bawen, masih seputar sosialisasi kepada masyarakat. Kajian-kajian seperti kelayakan studi tengah disusun.
Kepala Dinas PU Bina Marga Jateng Hanung AR menjelaskan, Jawa Tengah sudah melakukan pengembangan serta peningkatan jalan-jalan yang berada di daerah perbatasan. Akses di sekitar Borobudur, berada di Kabupaten Magelang yakni Kecamatan Mungkid dan Mendut sudah dilakukan peningkatan jalan.
Terkait tol, untuk wilayah Klaten perlu kehati-hatian mengingat daerah tersebut terdapat banyak mata air. Tol Cilacap-Jogja juga belum ada kejelasan dari sisi investor. (ADV)

Leave a Reply