JoSS, BOYOLALI – Pemkab Boyolali menjalin kerja sama dengan Kabupaten Magelang dalam sister village untuk penanggulangan bencana alam letusan Gunung Merapi bagi dua desa, Tlogolele dan Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali. Melalui kerja sama ini akan muncul skenario jika Gunung Merapi meletus, maka warga Klakah dan Tlogolele diungsikan ke sister village di Magelang.
Ada pun sister village untuk Desa Tlogolele adalah Desa/Kecamatan Mertoyudan, sedangkan sister village bagi Desa Klakah adalah Desa Gantang, Kecamatan Sawangan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo mengatakan, kerja sama sister village ini sudah terbangun sejak 2018 dimulai dari Tlogolele. “Untuk sister village Tlogolele sudah sejak tahun lalu. Klakah baru 2019. Lalu kedua desa menggelar sarasehan mengenai kerja sama sister village ini,” kata Bambang Sinungharjo, seperti yang dilansir dari Solopos.com, minggu (5/5).
Baca juga: Sepur Kalen, Wisata Baru Susur Sungai di Boyolali
Bambang menambahkan, kedua sister village di Magelang ini merupakan tempat terdekat dan relatif aman jika terjadi awan panas yang diasumsikan berembus ke timur. “Kalau warga relatif lebih aman dan yang paling dekat ya Gantang sama Mertoyudan itu. Kalau mengungsi ke timur justru malah berpapasan dengan awan panas,” imbuhnya.
Sebelumnya Pemkab juga sudah menetapkan desa-desa di Boyolali untuk jadi sister village bagi warga lereng gunung jika terjadi erupsi Merapi. Sister village tersebut berada di tiga kecamatan yakni Ampel, Mojosongo, dan Boyolali Kota.Sister village di Kecamatan Ampel yaitu Desa Kembang, Banyuanyar dan Sidomulyo.
Sister village di Kecamatan Mosojong adalah Singosari, Madu, Tambak, Karagnongko, dan Kelurahan Kemiri. Sedangkan Kecamatan Boyolali kota semuanya menjadi sister village kecuali Desa Winong.
Sekda Boyolali, Masruri, yang hadir dalam sarasehan sister village untuk Desa Klakah, berharap kerja sama ini dapat menumbuhkan rasa persaudaraan empat desa di dua kabupaten. (nug/lna)

Leave a Reply