
JoSS, SURABAYA – Sejumlah wilayah di Surabaya diguyur hujan deras pada Rabu (15/1) dari sore hingga petang. Hal itu mengakibatkan banjir di beberapa daerah dengan ketinggian 10 cm-100 cm. Meskid demikian, banjir segera surut dalam dua jam.
Hampir seluruh wilayah Surabaya mengalami genangan meski hanya dua jam. Namun yang paling parah terjadi di kawasan Ruko Darmo Park II dan Jalan Mayjen Sungkono. Di sana, air menggenang setinggi kira-kira satu meter, merendam puluhan kendaraan bermotor.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya Muhammad Fikser menjelaskan, adanya banjir di beberapa wilayah hanya karena topografi atau bentuk permukaan tanah.
Diakuinya, kawasan Ruko Darmo Park II dan Jalan Mayjen Sungkono memang jadi langganan banjir setiap hujan turun dengan intensitas tinggi. Sebab, topografi kawasan di sana berbentuk cekungan sehingga menjadi tempat penampungan air alamai kala hujan turun.
“Struktur tanah di situ memang cekung. Di situlah permasalahan yang coba diselesaikan namun belum menemukan solusi,” ujarnya, dikutip dari SuaraJatim.
Di kawasan Mayjen Sungkono, lanjut Fikser, sudah dipasang box culvert atau gorong-gorong besar sehingga genangan air tersalurkan dan cepat surut. Namun di kawasan Ruko Darmo Park II belum karena masih dikomunikasikan dengan pengembang pemilik areal.
Baca juga: Surabaya dan Sekitarnya Diprediksi Masih Alami Cuaca Ekstrem Pekan Ini
“Cuma, yang di situ (kawasan Ruko Darmo Park II dan Mayjen Sungkono), kita belum bisa pasang box culvert besar karena memang kita masih komunikasi dengan pengembang pemilik areal,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di Kota Surabaya menyebabkan banjir di beberapa tempat. Bahkan di halaman parkir tempat karaoke di dalam Darmo Park 1, Jalan Mayjen Sungkono ketinggian air mencapai satu meter.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya Edy Christijanto, banjir yang datang cepat surut di Darmo Park 1. “Sudah surut. Di sini saja yang banjir, karena memang intensitas curah hujan cukup tinggi hari ini, bahkan sampai saat ini masih gerimis,” ujarnya di lokasi.
Edi mengemukakan, banjir tersebut diduga terjadi karena petugas penjaga telat membuka pintu air yang menuju Selatan Surabaya. Akibatnya, banjir terjadi di kawasan Jalan Mayjen Sungkono.
Selain keterlambatan petugas penjaga pintu air, banyaknya sampah yang ada di area tersebut juga menjadi penyebab banjir. Lantaran itu, ia akan menghubungi pihak pengelola Darmo Park 1 untuk menyingkirkan sampah tersebut.
“Kami juga akan menghubungi pengelola, agar melakukan kerja bakti. Tadi saya lihat masih ada sampah plastik sampai kayu-kayu di area ini,” katanya. (lna)

Leave a Reply