Musim Penghujan Tiba, Begini Kondisi Rumah Pompa di Semarang

Rumah Pompa di Semarang | Foto: youtube Pemkot Semarang

JoSS, SEMARANG – Penanganan banjir di kota Semarang terus diintensifkan, apalagi tahun ini mendapatkan hibah dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR senilai Rp504 miliar berupa saluran drainase, termasuk aset stasiun pompa dan retensi, pada September lalu.

Semarang saat ini memiliki 43 rumah pompa untuk mengantisipasi banjir yang sering melanda kota ini saat musim penghujan.

Komisi C DPRD Kota Semarang melakukan tinjauan di beberapa rumah pompa yang dianggap cukup urgen untuk mengatasi persoalan banjir di Kota Semarang, Rabu (18/12). Tinjauan rumah pompa tersebut mengingat saat ini Kota Semarang sudah mulai memasuki musim penghujan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono mengatakan, dari hasi tinjauan di lapangan, beberapa rumah pompa dalam kondisi siap untuk mengantisipasi banjir di Kora Semarang.

“Kami melakukan tinjauan di tiga rumah pompa antara lain, Rumah Pompa Kalibaru, Rumah Pompa Boom, dan Rumah Pompa Semarang Utara. Dan hasilnya semua pompa dalam kondisi baik,” katanya.

Lebih lanjut Suharsono mengungkapkan, performa dari ketiga rumah pompa tersebut saat ini dalam kondisi baik dan siap untuk mengantisipasi banjir ketika intensitas hujan mulai tinggi.

“Kami berharap rumah pompa di tempat lain juga berfungsi dengan baik. Total 43 rumah pompa Kota Semarang bisa mengantisipasi banjir,” ungkapnya, seperti dikutip dari Jagaberita.com.

Baca juga: Musim Penghujan, Jalur Kereta Api di Tiga Daerah Ini Rawan Longsor

Lanjut Suharsono, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang diharapkan tidak hanya memastikan rumah pompa yang siap pakai melainkan juga menyiagakan penjaga untuk rumah pompa.

“Tadi di Bandarharjo penjaganya hanya saru orang. Masa 24 jam berjaga sendiri, paling tidak ada dua jadi bisa shif,” ujarnya.

Ia juga meminta, DPU untuk menyiapkan satgas antisipasi banjir untuk merespon cepat apabila terjadi bencana banjir di beberapa titik Kota Semarang. Pengerukan sedimentasi dan sampah yang menumpuk di sungai maupun saluran juga harus terus dibersihkan.

Ia menyebut, ada 43 rumah pompa dan ratusan pompa portabel yang siap mengantisipasi banjir. Selain itu, Pemkot juga terbantu dengan 3 pompa milik BBWS Pemali Juana.

“Kondisi pompa berfungsi semua. Kami juga koordinasi dengan BBWS karena ada pompa di tenggang dan sringin yang sangat berpengaruh terhadap antisipasi banjir di daerah Kaligawe,” ungkapnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi  beberapa waktu lalu menyatakan hibah dari pemerintah pusat beripa berupa saluran drainase, termasuk aset stasiun pompa dan retensi, rumah susun permanen di Kudu serta jalan desa diharapkan bisa mengatgasi banjir kota Semarang.

Pria yang akrab disapa Hendi itu pun berkomitmen untuk merawat dan mengelola aset-aset baru tersebut agar dapat berfungsi dengan baik.

“Tahun depan akan kita anggarkan untuk pemeliharaannya. Karena banyak orang awam mengatakan orang Indonesia pintar membangun tapi merawatnya kadang-kadang lupa. Lewat program ini kami berkewajiban untuk mengelola,” tegas dia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*