
JoSS, PRANCIS – Untuk pertama kalinya sejak dua abad terakhir Gereja Katedral Notre-Dame di paris Prancis memutuskan untuk tidak menggelar misa Natal pada Selasa (24/12) malam. Katedral bersejarah nan ikonik itu masih menjalani renovasi usai kebakaran pada delapan bulan lalu.
Melalui Humas Katedral Notre Dame, mereka mengatakan Misa malam Natal akan tetap dilakukan, tetapi bukan di Notre-Dame, melainkan di Saint-Germain l’Auxerrois yang menjadi gereja terdekat dari Katedral Notre Dame, demikian dikutip dari AFP.
Katedral Notre Dame yang menjadi bangunan warisan dunia UNESCO, mengalami kebakaran pada 15 April. Kebakaran tersebut merusak menara gothic, atap dan banyak artefak berharga. Presiden Prancis, Emmanuel Macron menetapkan rencana lima tahun untuk memperbaiki struktur bangunan berumur delapan abad itu.
Jaksa di Paris mencurigai adanya kelalaian yang menyebabkan kebakaran pada Katedral Notre Dame. Mereka membuka penyelidikan pada Juni, kemudian menduga dua penyebab kebakaran yakni puntung rokok dan kesalahan instalasi listrik.
Kementerian kebudayaan mengatakan pada Oktober, akan menyiapkan dana 1 miliar euro untuk perbaikan Notre-Dame.
Pejabat Prancis menuturkan hal itu disebabkan renovasi dan perbaikan masih terus dilakukan pasca-kebakaran menghanguskan atap bangunan warisan dunia UNESCO itu pada 15 April lalu.
Baca juga: Alasan Keamanan, Hong Kong Batalkan Pesta Kembang Api di Malam Pergantian Tahun
Jaksa Prancis menuturkan kebakaran itu disebabkan puntung rokok atau korsleting listrik. Kepolisian Prancis masih menyelidiki terkait kemungkinan adanya kelalaian.
Kantor press Notre-Dame menuturkan misa malam Natal akan tetap digelar oleh rektor Patrick Chauvet di gereja terdekat yakni di Gereja Saint-Germain l’Auxerrois.
Ini merupakan pertama kalinya sejak 1803 Notre-Dame tidak menggelar misa di malam natal. Gereja berusia 850 tahun itu menjadi saksi bisu lika-liku sejarah, termasuk Perang Dunia II.
Dilansir CNN, Presiden Prancis Emmanuel Macron berencana merampungkan renovasi dan perbaikan Notre-Dame dalam lima tahun.
Kementerian Kebudayaan Prancis menuturkan sebanyak US$1,1 miliar donasi sudah terkumpul sejauh ini untuk membiayai renovasi dan perbaikan.
Prancis membuka peluang bagi arsitek dunia mengajukan proposal desain bangunan untuk menggantikan menara katedral yang runtuh.
Meski begitu, Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe mengatakan belum ada keputusan apakah menara Notre-Dame akan dibangun dengan desain yang sepenuhnya baru atau tetap mengikuti model lama abad ke-19.
Philippe menjelaskan dunia internasional yang akan memutuskan apakah Notre-Dame harus membangun sebuah menara baru. Dia menggambarkan tugas membangun kembali Notre-Dame adalah “tantangan besar dan tanggung jawab bersejarah” bagi Prancis. (lna)

Leave a Reply