Prancis Buka Donasi Untuk Pembangunan Gereja Notre-Dame

Notre-Dame
Kebakaran Katedral Notre Dame di Paris pada hari Senin lalu | Foto: time.com

JoSS, PRANCIS – Tingginya permintaan untuk membuka donasi guna membangun kembali Gereja Katedral Notre-Dame di Kota Paris yang terbakar, Senin (15/4) waktu setempat. Kebakaran membuat bangunan berusia 8 abad itu rusak berat.

Lembaga nirlaba setempat, Fondation du patrimoine, menyatakan akan membuka sumbangan dari seluruh warga untuk membantu membangun kembali katedral itu. “Karena sejumlah permintaan, kami akan menampung sumbangan bagi seluruh warga Prancis,” kata Wakil Wali Kota Paris, Anne Le Breton, seperti dilansir AFP, Selasa (16/4).

Jika dipugar, prosesnya kemungkinan akan memakan waktu cukup lama. Sebab hampir seluruh atap yang terbuat dari kayu hangus dilahap si jago merah.

“Kemungkinan prosesnya bertahun-tahun,” kata Kepala Konferensi Uskup Seluruh Prancis, Eric de Moulins-Beaufort.

Miliarder Prancis, Francois-Henri Pinault, menyatakan akan menyumbangkan US$113 juta (sekitar Rp1,5 triliun) untuk merenovasi katedral itu.

Aparat Prancis menyimpulkan kebakaran Katedral Notre-Dame, Paris, pada Senin (15/4) malam merupakan kecelakaan, bukan pembakaran yang disengaja.

Jaksa penuntut umum Kota Paris, Remu Heitz, mengatakan bahwa setelah melakukan penyelidikan, otoritas tidak menemukan tanda-tanda kebakaran itu terjadi dengan sengaja.

Baca juga: Akui Kesalahan, Boeing Diminta Segera Berikan Hak Keluarga Korban Lion Air

“Kami meyakini teori bahwa ini adalah sebuah kecelakaan,” kata Heitz kepada wartawan di Paris, Selasa (16/4).

Dikutip Reuters, Heitz menuturkan sebanyak 50 aparat diterjunkan untuk melakukan penyelidikan yang “panjang dan kompleks” untuk memastikan penyebab kebakaran.

Kabar kebakaran ini meluas setelah api terlihat menyala di atap katedral berusia 850 tahun itu sekitar pukul 18.50 waktu lokal. Api terus membesar dan menyebar di puncak menara gereja tersebut.

Presiden Perancis Emmanuel Macron segera bergegas ke tempat kejadian tak lama setelah mendengar kabar tersebut. Otoritas Kota Paris mengerahkan 400 petugas dan 18 unit truk pemadam kebakaran untuk menjinakkan si jago merah.

Namun, akibat api yang terus menjalar menyebabkan atap gereja berbahan kayu itu runtuh. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00.

Insiden ini terjadi menjelang perayaan Paskah yang jatuh pada 21 April mendatang. Paus Fransiskus menyerukan seluruh komunitas internasional membantu merestorasi salah satu warisan UNESCO yang selamat dari bombardir Perang Dunia II itu. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*