Tenang, Stok Beras di Jateng Cukup Untuk Enam Bulan ke Depan

Ilustrasi | Foto: twitter @bulogjateng

JoSS, KENDAL – Stok beras medium di gudang Bulog Jateng saat ini mencapai 143.749 ton. Jumlah tersebut mampu mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah ini hingga enam bulan ke depan.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah Basirun mengatakan jumlah tersebut belum termasuk stok yang ada di Cabang Kedu dan Banyumas sebanyak 21.000 ton yang operasionalnya di bawah Kanwil Yogyakarta.

“Masyarakat tidka perlu khawatir, stok beras di Jateng melimpah. Kebutuhan masyarakat rata-rata 1.500 ton per hari. Ketersediaan stok yang ada cukup untuk enam bulan ke depan,” kata Basirun di Gudang Bulog Sumberejo, Kaliwungu, Kendal, Jumat (20/12).

Dikutip dari Kabar24.com, hasil pengamatan di sejumlah pasar konsumen di Jawa Tengah selama bulan Desember ini harga beras juga masih cukup stabil, tidak ada kenaikan signifikan.

Saat ini harga di pasaran untuk beras Premium berada di kisaran rata-rata Rp11.563 per kilogram, di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang dipatok Rp12.800 per kilogram. Sedangkan harga beras Medium rata-rata Rp9.156 per kilogram, dibawah HET Rp9.450 per kilogram.

Baca juga: Begini Rencana Pemanfaatan 20.000 Ton Beras Bulog Yang Rusak

Meski demikian, lanjutnya bila memperhatikan pola pergerakan harga beras tahunan biasanya akan ada kenaikan harga beras dari akhir tahun sampai dengan awal tahun berikutnya.

“Hal ini kami antisipasi melalui kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) secara masif, sehingga kenaikan harga menuju akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020 dapat dikendalikan secara baik,” jelasnya.

Sementara itu, untuk realisasi pelaksanaan KPSH di Jawa Tengah per tanggal 19 Desember 2019 telah mencapai 43.064 ton, dengan rata-rata realisasi di bulan Desember ini sebanyak 500 ton per hari.

Diperkirakan sampai dengan akhir Desember 2019 dan bulan Januari 2020 kebutuhan beras medium akan terus meningkat seiring dengan masa paceklik dan kebutuhan hari besar keagamaan nasional serta tahun baru 2020. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*