
JoSS, JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menghadirkan Aplikasi Survey Tanahku. Yaitu inovasi percepatan pendaftaran tanah dalam satu genggaman.
Melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Keagrariaan (Ditjen IK) khususnya Direktrorat Pengukuran dan Pemetaan Kadastral yang berkolaborasi dengan Pusat Data dan Informasi Pertanahan, Tata Ruang dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (Pusdatin), saat ini Kementerian ATR/BPN melakukan inovasi di bidang teknologi untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
“Dalam rangka percepatan dan peningkatan kualitas pelaksanaan PTSL, serta mempermudah partisipasi masyarakat dalam membantu pengumpulan data pertanahan (fisik dan yuridis), maka di tahun 2019 ini kami telah menyelesaikan pembangunan aplikasi mobile untuk pengumpulan data pertanahan dengan nama Survey Tanahku,” ujar Dirjen IK, R. Muhammad Adi Dharmawan, belum lama ini.
Baca juga: STNK Elektronik Nantinya Bisa Simpan Saldo Untuk Bayar Tilang
Dia menjelaskan cara pengoperasian aplikasi Survey Tanahku secara singkat, padat dan jelas. Aplikasi ini digunakan untuk pengambilan data fisik dari berbagai sumber, dengan pengamatan posisi menggunakan GNSS RTK yang terhubung melalui bluetooth, dengan tampilan Geo KKP pada aplikasi dapat dipastikan bidang tanah baru tidak akan tumpang tindih dengan bidang lainnya.
Survey Tanahku juga digunakan untuk mengambil data pertanahan lainnya seperti sidik jari petunjuk batas dan kontradiktur delimitasi dan terkoneksi dengan data Dukcapil untuk memastikan identitas pemegang hak.
“Aplikasi Survey Tanahku juga dapat dilakukan masyarakat untuk melakukan identifikasi batas bidang tanah. Semua dalam satu genggaman!” tambah Darmawan.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa aplikasi Survey Tanahku merupakan murni karya anak bangsa, tentunya dengan kualitas setara dengan Netherland Kadaster yang pernah digunakan dalam pilot project di Kabupaten Tanggamus dan Grobogan.
“Dengan kolaborasi antara Direktrorat Pengukuran dan Pemetaan Kadastral dan Pusdatin dalam pengembangan aplikasi ini, Survey Tanahku memiliki harga yang lebih ekonomis yaitu 5% dari harga aplikasi tersebut,” ungkapnya. (lna)

Leave a Reply