JoSS, WASHINGTON DC – Seorang pengusaha dan tiga perusahaan asal Indonesia di sanksi dengan delapan dakwaan konspirasi karena mengekspor barang dan teknologi karya Amerika Serikat kepada Iran. Hal itu dinilai merugikan AS dan melanggar hukum setempat.
Dikutip dari Sputniknews, melalui pernyataan resminya Kementerian Keuangan Amerika Serikat dilaporkan menjatuhkan sanksi kepada Direktur PT MS Aero Support (Sunarko) Kuntjoro dan PT MS, PT KEU, dan PT AK.
Mereka diduga membeli suku cadang pesawat terbang dari AS yang kemudian dikirim kepada maskapai asal Iran, Mahan Air, yang dijatuhi sanksi. Atas perbuatan tersebut, mereka didakwa melakukan konspirasi karena mengekspor barang dan teknologi karya AS kepada Iran dan merugikan AS.
“Kami menjerat (Sunarko) Kuntjoro dan PT MS, PT KEU, dan PT AK dengan delapan dakwaan konspirasi karena mengekspor barang dan teknologi karya AS kepada Iran dan merugikan AS. Barang-barang buatan AS ditujukan untuk maskapai Iran, Mahan Air,” demikian bunyi pernyataan Kementerian Keuangan AS, Rabu (18/12).
Baca juga: Istri Wapres Zimbabwe Marry Mubaiwa Ditangkap Lembaga Anti Korupsi
Dikutip dari AFP, Kemenkeu AS menyatakan Kuntjoro yang merupakan Direktur PT MS Aero Support mengirim onderdil pesawat untuk maskapai Mahan Air sejak 2011 sampai 2018.
Dalam surat dakwaan yang didaftarkan di Pengadilan Federal Washington disebutkan Kuntjoro juga mengirim suku cadang yang rusak ke AS untuk diperbaiki, dan kemudian dikirim kembali ke Iran.
Mereka menyatakan Kuntjoro menyembunyikan pemilik suku cadang itu dengan cara mengirimnya melalui Singapura, Hong Kong, dan Thailand untuk diperbaiki di AS. Dari bisnis itu dia diduga meraup jutaan dolar dari Mahan Air.
Kemenkeu Iran menyatakan Kuntjoro, PT MS Aero Support, PT KEU dan PT AK melanggar delapan sanksi terhadap Iran, melakukan pencucian uang, dan memberikan pernyataan palsu terkait ekspor suku cadang, serta melanggar undang-undang ekspor barang AS.
AS menjatuhkan sanksi ekonomi dan embargo pasokan barang-barang ke Iran tanpa izin khusus dari Kemenkeu. Mereka menjatuhkan sanksi kepada Mahan Air karena dianggap turut membantu pasukan elite Iran, Korps Garda Revolusi, yang dimasukkan ke dalam daftar kelompok teroris oleh AS.
Mahan Air juga dituduh ikut mengirim senjata bagi kelompok pemberontak di Yaman. Mereka mengoperasikan sejumlah pesawat buatan perusahaan asal AS, Boeing, dilaporkan kesulitan akibat embargo tersebut. (lna)

Leave a Reply