Kisah Bos Samsung Indonesia dan Ratusan Warga Korea Yang Jadi Korban Gagal Bayar Jiwasraya

Kolase, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) - Vice President Samsung Electronic Indonesia, Lee Kang Hyun | Foto: wartaekonomi.co.id/tribunnews.com

JoSS, JAKARTA – Vice President Samsung Electronic Indonesia, Lee Kang Hyun menjadi salah satu dari ratusan warga Korea yang menjadi korban gagal bayar polis bancassurance PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Hingga kini ia masih mempunyai saldo polis sekitar Rp 8 miliar di perusahaan pelat merah itu.

Awalnya, ia membeli polis Asuransi Jiwasraya melalui PT Bank KEB Hana Indonesia yang merupakan bank andalan warga korea yang ada di Indonesia. Dia menjelaskan ada sekitar 470 orang Korea yang menjadi korban Jiwasraya.

“Hana Bank menjual ke orang Korea di Indonesia. Kita percaya karena katanya ini milik pemerintah jadi pasti terpercaya. Makanya saya dan teman-teman saya dari korea mengikuti program ini,” jelasnya, seperti dikutip dari cnbcindonesia.com

Dia melanjutkan, Hana Bank meyakinkan bahwa Jiwasraya adalah perusahaan asuransi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dijamin oleh Pemerintah. Selain itu, Hana Bank juga meyakinkan bahwa asuransi ini juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Orang Korea jadi tidak curiga,” kata dia.

Lee Kang Hyun mengakui menanamkan investasi di asuransi Jiwasraya sebesar Rp 16 miliar. Namun, ia sudah melakukan penarikan sekitar Rp 8 miliar, yang artinya, ia masih mempunyai saldo polis sekitar Rp 8 miliar di Jiwasraya.

“Saya punya Rp 16 miliar dan baru saya tarik Rp 8 miliar, sisanya belum diambil masih ada Rp 8 miliar,” kata dia.

Baca juga: Apes, Selundupkan Harley Dirut Garuda Ari Ashkara Dipecat

Dirinya yang juga menjabat sebagai Ketua Kadin Korea di Indonesia juga mengaku sudah menyampaikan permasalah ini secara langsung ke Menteri BUMN Rini Soemarno yang menjabat saat itu.

“Saya ketemu dengan ibu Rini dalam acara Kadin dan menyampaikan. Ibu Rini Soemarno bilang akan menyelesaikan dalam waktu 1-2 bulan. Saya juga sampaikan ke Pak Tiko yang saat itu masih jadi Dirut Bank Mandiri, sekarang sudah jadi Wamen BUMN. Saya bilang jawab jujur kapan selesai, ia jawab paling 2-3 tahun. Ini kan orang Korea kasihan sekali,” ceritanya.

Oleh karenanya, ia saat ini ingin berjuang agar uang mereka yang sudah ditanamkan di Jiwasraya bisa dikembalikan secepatnya.

“Hari ini ikut rombongan, kami berjuang untuk selesaikan hal ini. Menteri BUMN sudah diangkat Erick Thohir. Satu-satunya kami harapkan Menteri BUMN baru ini bisa selesaikan,” tegasnya, belum lama ini.

Beberapa hari lalu, puluhan nasabah yang menjadi korban PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mendatangi Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). Kedatangan para nasabah ini untuk meminta tolong terkait kepastian pembayaran tunggakan klaim polis bancassurance.

Setidaknya ada sekitar 50 orang nasabah Jiwasraya yang hadir ke komisi VI DPR RI. Nasabah ini terdiri dari warga negara Indonesia dan juga asing yakni dari Korea, Malaysia dan Belanda.

Menanggapi hal itu, Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) berencana untuk memanggil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Bank BRI dan Bank BTN. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*