Kemenhan Jajaki Peluang Kerja Sama Thales dan Pindad Dalam Pembentukan Alutsista

Kunjungan Wamenhan dan Menteri PPN ke pabrik pembuatan kendaraan tempur milik Thales di Bendigo, Australia | Foto: Facebook Kementerian Pertahanan Republik Indonesia

JoSS, JAKARTA — Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa melakukan kunjungan ke pabrik pembuatan kendaraan tempur milik Thales di Bendigo, Australia.

Dalam keterangan resminya, Trenggono mengatakan Australia merupakan bangian dari Commonwealth dengan pemenuhan alutsista didominasi standar NATO. Hal itu menjadi peluang kerja sama antara Thales dengan industri pertahanan Indonesia seperti Pindad.

Menurutnya, Australia merupakan negara yang banyak melakukan penelitian dan pengembangan di bidang pertahanan namun tidak banyak diindustrialisasi menjadi produk masterpiece. Thales disebut lebih cenderung sebagai global supply chain.

“Australia merupakan bagian dari Commonwealth dengan pemenuhan Alutsista didominasi berstandar NATO. Kita mau melihat kemampuan dan peluang kerja sama antara Thales dengan industri pertahanan Indonesia seperti Pindad,” kata Trenggono melalui keterangan resminya, Senin (9/12/2019).

Dia menambahkan, pemerintah akan mendorong kerja sama guna peningkatan kualitas produk nasional Indonesia menjadi produk yang berstandar internasional atas produk First Article yang belum digunakan User diantaranya Drone/PTTA, Swamboat, RCWS, Depth Personnel Vehicle, Ground to Air Radio, air combat manouvering instrumentation.

Baca juga: Ini Alutsista Indonesia yang Dibeli Sultan Brunei

Untuk diketahui, fasilitas Thales di Bendigo selama ini fokus memproduksi Ranpur Bushmaster dan Hawkei. Adapun Bushmaster memiliki keunggulan pada daya tahan terhadap serangan ranjau, serta selama beroperasi di medan tempur belum pernah menelan korban jiwa.

Dalam kunjungan itu, Wamenhan dan Menteri PPN memanfaatkan kesempatan merasakan dan melihat langsung kendaraan Bushmaster dan Hawkei serta melihat proses produksi dan menjajaki peluang kerja sama yang dapat dikembangkan Pindad.

“Fasilitas Thales di Bendigo selama ini fokus memproduksi Ranpur Bushmaster dan Hawkei. Bushmaster memiliki keunggulan pada daya tahan terhadap serangan ranjau, serta selama beroperasi di medan tempur belum pernah menelan korban jiwa,” tuturnya.

Kunjungan itu juga dihadiri oleh Dirtekind Ditjen Pothan Laksma TNI Sriyanto, Asrenad Mayjen TNI Hassanudin, Danpussenif Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso, Dirut Pindad Abraham. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*