
JoSS, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengimbau kepada warganya untuk tidak menyalakan kembang api dan petasan dalam menyambut malam pergantian tahun atau Tahun Baru 2020.
Larangan tersebut, lanjutnya bertujuan untuk memastikan pelaksanaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Jawa Tengah berjalan aman dan lancar. Ganjar juga mengimbau sebaiknya masyarakat tak menyalakan petasan tapi kalau kembang api boleh asal kecil saja.
“Biar tidak boros, tidak berlebihan dan tidak membuat ramai, sebaiknya tidak usah ada pesta kembang api dan petasan. Kalau mau menyalakan kembang api ya yang kecil saja, biar tidak membuat ribut,” ujar Ganjar saat memimpin rapat koordinasi dengan seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) se-Jateng di Hotel Patra, Kota Semarang, belum lama ini.
Ganjar menyebutkan Jateng telah siap dalam menyambut libur Natal dan Tahun Baru. Seluruh stok kebutuhan pokok masyarakat dipastikan aman, seperti beras, bahan bakar minyak (BBM), maupun elpiji.
Baca juga: Pemkot Solo Larang Penyalaan Kembang Api di Malam Pergantian Tahun, Ini Sanksinya
Dari sisi keamanan, Ganjar juga memastikan semua personel dari TNI/Polri telah disiagakan menjamin keamanan Nataru. Dukungan dari jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jateng semua siap mendukung dengan perasaan saling menghormati.
“Intinya, kami masyarakat Jateng siap menyambut para pemudik yang ingin merayakan Natal dan Tahun Baru di Jateng. Selamat Natal dan Tahun Baru bagi yang merayakan, semoga Natal dan Tahun Baru nanti lancar. Pekan depan, kami akan keliling untuk mengecek kondisi di lapangan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ganjar juga meminta seluruh jajaran Forkominda di kabupaten/kota melakukan penjagaan di lokasi yang dianggap titik kemacetan dan dan rawan bencana.
“Biasanya yang menimbulkan kemacetan itu di U-turn, pasar tumpah, exit tol, dan SPBU. Jadi saya minta Satpol PP juga berjaga-jaga. Titik rawan bencana juga harus dijaga, agar tidak menghambat kelancaran,” terangnya. (lna)

Leave a Reply