Bandara Ngloram Blora Uji Coba Pendaratan Pesawat Akhir 2019

Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SEMARANG – Bupati Blora Djoko Nugroho menyambut baik rencana uji coba Bandara Ngloram pada akhir tahun ini. Bandara yang tidak beroperasi selama 34 tahun itu kini hampir rampung proses rekonstruksi sejak 2018 lalu.

Djoko menambahkan Bandara Ngloram sudah ada sejak 1980. Semula bandara itu dibangun untuk mendukung proyek-proyek pertambangan minyak dan gas (migas) di Blora dan sekitarnya yang mulai berkembang.

Dia menjelasksn pesawat pertama yang mendarat di Ngloram membawa Presiden Soeharto. Namun empat tahun setelah itu, bandara tidak lagi beroperasi. Hingga akhirnya Pemerintah memutuskan untuk membangun ulang bandara tersebut pada pertengahan 2018 silam.

“Ini akan jadi kebanggaan warga Blora. Jika kemarin-kemarin hanya untuk mainan anak-anak dan angon ternak, insyaallah akhir tahun ini ada pesawat yang mendarat,” kata Djoko saat mendampingi Ganjar Pranowo mengecek pengerjaan runway Bandara Ngloram Blora, belum lama ini.

Saat ini proses pembangunan Bandara Ngloram hampir merampungkan pengerjaan runway atau landasan pacu. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan akhir tahun akan melakukan ujicoba pendaratan pesawat yang pertama.

Baca juga: Empat Bandara Bakal Disinergikan Layani Joglosemar, Begini Pembagian Perannya

“Pengerjaan runway akan selesai pada 24 Desember mendatang. Kalau selesai akan kita ujicoba,” kata Ganjar melalui siaran persnya.

Pada tahap awal ini, landasan pacu Bandara Ngloram dibangun sepanjang 1,2 km, runway sebelumnya hanya 900 meter. Selanjutnya runway bakal diperpanjang hingga 2,6 km.

“Progresnya tanpa banyak bicara, insyaallah bandara jadi. Blora akan punya bandara dan kawan-kawan di Bojonegoro, nanti kita pakai bareng-bareng,” kata Ganjar.

Begitu pengerjaan runway selesai, pada Januari tahun depan mulai dilakukan penggarapan terminal. Ganjar menyebutkan akhir tahun bandara diharapkan bisa beroperasi.

Dengan demikian akses peningkatan perekonomian masyarakat Blora dan sekitarnya akan terdongkrak. Terlebih, kata Ganjar, bandara tersebut sangat dekat dengan stasiun.

“Kalau kerja samanya kompak begini, perekonomiannya terbuka, pariwisatanya terbuka dan masyarakatnya juga akan terbuka. Apalagi bandara ini dari stasiun Kapuan hanya 300 meter. Dekat sekali. Maka transportasi kereta dan bandara terintegrasi,” kata Ganjar, dikutip dari Bisnis.com. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*