Wonogiri dan Sragen Dihantam Angin Lisus, Ratusan Rumah Porak Poranda

Ilustrasi | Foto: beritasatu.com

JoSS, WONOGIRI – Sejumlah daerah di Kabupaten Wonogiri dan Sragen dihantam angin lisus pada Sabtu, (9/11) sore. Akibatnya 84 rumah di Wonogiri dan 25 rumah di Sragen porak poranda. Beberapa pohon tumbang dan warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Di Wonogiri, puting beliung yang melanda Kecamatan Sidoharjo Sabtu (9/11) sore itu merusak setidaknya 50 atap rumah di Dusun Semin, Dusun Perok, Dusun Sambeng, Dusun Widoro, dan Dusun Karangtengah, Desa Widoro. Tingkat kerusakan itu masuk ketegori ringan. Sejumlah pohon juga tumbang mengenai jaringan listrik.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto Angin disertai hujan itu terjadi pada Sabtu sekitar pukul 14.30 WIB. “Beberapa pohon juga dilaporkan tumbang akibat angin puting beliung,” katanya, seperti dikutip dari Solopos.com.

Puting beliung juga merusak tujuh rumah di Desa Ngabeyan, Sidoharjo. Jumlah itu masih ditambah kerusakan 19 atap rumah di Desa Mojoreno. Kerusakan itu tersebar ke tiga dusun yakni Dusun Cungkrung (3 rumah), Dusun Kedungsono (8 rumah), dan Dusun Wates (8 rumah).

Baca juga: Jelang Pancaroba, BMKG Ingatkan Bahaya Angin Kencang Beberapa Pekan Ke Depan

Di Kecamatan Jatisrono, delapan rumah di Desa Waranggono rusak ringan hingga sedang. “Upaya penanganan pemulihan sebagian sudah tertangani oleh warga masyarakat dibantu sukarelawan Tangguh Bencana Desa secara gotong royong. Upaya pemulihan lanjutan akan dilaksanakan besok [Minggu] pagi secara bersama-sama,” terang Bambang.

BPBD juga berkoordinasi dengan PLN terkait adanya gangguan jaringan listrik agar segera ditangani. BPBD menyuplai logistik untuk pemulihan di sejumlah lokasi terdampak. “Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Nilai kerugian material akibat bencana masih dihitung,” ujar dia.

Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Plupuh dan Kecamatan Masaran, Sragen, Sabtu (9/11) pukul 16.00 WIB.

Sebanyak 25 rumah mengalami rusak ringan dan lima pohon tumbang dengan kerugian material mencapai Rp25 juta. Bencana itu juga mengakibatkan satu orang terluka.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Sugeng Priyono menyampaikan peristiwa tersebut terjadi di bagian barat dan utara Sragen.

Hujan dan angin kencang itu, kata dia, mengakibatkan kerusakan pada atap pulihan rumah warga. Selain itu seorang warga mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan atap rumah. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*