
JoSS, HONG KONG – Partai pro demokrasi meraih kemenangan besar dalam pemilu Hong Kong yang diadakan Minggu (24/11). Partai-partai pro demokrasi Hong Kong memenangkan 400 kursi dari 452 kursi yang diperebutkan.
Pemilu tersebut diikuti sekitar 2,94 juta pemilih dengan tingkat partisipasi warga Hong Kong dalam pemilu mencapai 71,2 persen. Hal ini menjawab upaya keras yang dilakukan masyarakat pro demokrasi yang melakukan demonstrasi besar-besaran dalam enam bulan terakhir.
Dikutip dari Tempo.co, hasil pemilu akhir yang diumumkan pada hari Senin (25/11) pada jam 1 siang waktu setempat menyebutkan partai pro demokrasi menang di 17 distrik dari 18 distrik di Hong Kong. Satu-satunya distrik yang tak mendukung kelompok partai pro demokrasi adalah distrik Islands.
Partai-partai pro demokrasi Hong Kong memenangkan 400 kursi dari 452 kursi yang diperebutkan. Dua partai pendukung demokrasi peraih suara terbanyak adalah Partai Demokrasi dan Partai Warga masing-masing 91 kursi dan 32 kursi. Kedua partai ini menjadi partai terbesar yang duduk di Dewan Distrik Hong Kong.
Sejumlah partai pro Beijing hanya memenangkan 58 kursi. Partai pro Beijing, Aliansi Demokrasi untuk Perbaikan dan Progres Hong Kong atau DAB yang menyodorkan 179 kandidat anggota Dewan Distrik, hanya memenangkan 21 kursi.
Baca juga: DPR AS Sahkan UU Demokrasi dan HAM Hong Kong, China Ancam Lakukan Ini
Partai DAB menempati urutan ketiga meraih suara terbanyak setelah Partai Demokrasi dan Partai Warga. Pemilu kali ini memberikan warna baru dalam perpolitikan Hong Kong.
Jika sejak pemilu 2015 seluruh Dewan dikuasai oleh kelompok pendukung kemapanan atau pro Beijing, maka pemilu kali ini hampir seluruh Dewan dikuasai kelompok pro demokrasi.
Pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam Cheng Yuet-ngor dalam pernyataannya berjanji pemerintahannya akan merefleksikan pesan para pemberi suara dalam pemilu.
“Ada banyak analisa dan interpretasi dalam komunitas terkait pada hasil, dan sangat sedikit pandangan terhadap hasil yang mencerminkan ketidakpuasan masyarakat dengan situasi saat ini dan problem sangat dalam di masyarakat,” kata Lam dalam pernyataannya, Senin (25/11).
Pemerintah, ujar pernyataan itu, akan mendengarkan pendapat anggota-anggota masyarakat dengan rendah hati dan secara serius merefleksikan,” ujar Lam.
Ketua Komisi Urusan Pemilu Hong Kong, Barnabas Fung mengatakan ada 7.460 laporan pengaduan mengenai pemilu. Namun begitu, secara keseluruhan pemilu berlangsung sangat lancar,” kata Fung, seperti dilaporkan hongkongfp.com. (lna)

Leave a Reply