Kagum Pidato Mendikbud, Dian Sastro Terkenang Pak Teo

Dian Sastro Wardoyo | Foto: liputan6.com

JoSS, JAKARTA – Dua lembar naskah pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem yang beredar di sosial media sejak Sabtu, (23/11) mendapat banyak respon dari berbagai kalangan. Ada yang pro juga kontra. Termasuk artis Dian Sastro Wardoyo yang ikut berkomentar terkait pidato peringatan Hari Guru Nasional tersebut.

“Suka sekali dengan pidato yang dibuat. Sangat jelas visi dan pemahaman Nadiem tentang kondisi guru di Indonesia. #HariGuruNasional #MerdekaBelajar,” tulis Dian Sastro di Twitter, Sabtu (23/11).

Pada peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2019, Dian Sastro mengenang Pak Teo, guru favoritnya saat duduk di bangku sekolah dasar.

Menurut Dian, Pak Teo membantunya memahami segala sesuatu yang belum dia pahami. Berkat Pak Teo, Dian Sastro dapat meraih peringkat kedua di kelasnya.

Dian Sastro mengatakan Pak Teo pandai berbagi ilmu kepada muridnya sekaligus jenaka. “Selain karena penyampaiannya yang menghibur, dia melihat kami (murid-muridnya) sebagai anak-anak yang jauh lebih cerdas daripada yang sebenarnya,” tutur Dian.

Ketika diajak berbicara oleh Pak Teo, Dian Sastro dan teman sekelasnya kala itu, merasa menjadi anak yang lebih baik, menyenangkan, dan lebih pintar. Menurut Dian Sastro, Pak Teo dapat melihat kelebihan setiap siswanya.

Baca juga: Putri Tanjung, Stafsus Presiden Termuda yang Tak Ingin Dompleng Nama Orang Tua

Saat ini, Dian Sastro mengaku tak tahu di mana Pak Teo berada. Meski begitu, dia selalu mengingat jasa guru yang membuatnya pantang menyerah dalam menimba ilmu. Dian Sastro pun selalu ingat pesan Pak Teo, yaitu tidak ada yang sulit jika dipelajari dengan sabar.

Dian mendoakan Pak Teo agar mendapatkan kebaikan dari ilmu-ilmu bermanfaat yang sudah dibagi ke murid-muridnya. “Semoga kebaikan dan kesabaran bapak mengajar selama ini dibalas oleh Yang Maha Kuasa berlipat-lipat gandanya sampai tujuh turunan,” kata Dian Sastro.

Sementara itu, Pemerhati pendidikan Indra Charismiadji mengatakan para guru menghadapi tantangan berat dalam menjalankan arahan Mendikbud Nadiem Makariem agar mereka bebas dari urusan administrasi.

“Tantangan terberat bagi guru dalam menjalankan arahan Mendikbud, karena mereka menghadapi atasan mereka yang sayangnya bukan Mas Menteri melainkan kepala daerah,” ujar Indra di Jakarta, Minggu, (24/11) seperti dikutip dari Tempo.co.

Ia menambahkan para guru sulit menolak jika kepala dinas pendidikan atau kepala daerah, meminta agar mereka mengisi dokumen.

Sebelumnya, Mendikbud menyatakan guru merupakan profesi termulia sekaligus yang tersulit karena guru ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan. Waktu guru lebih banyak habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

“Perlu adanya sebuah rencana strategis yang lintas kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, sampai dengan pihak swasta baik sebagai penyelenggara pendidikan maupun yang mendukung program pendidikan,” kata Indra Charismiadji. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*