JoSS, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan dalam Kongres Perempuan Jawa Tengah I, Senin-Selasa (25-26/11) di Semarang.
Ganjar menyebutkan sejumlah PR tersebut di antaranya di Jateng masih ada 8.640 perempuan yang melapor dirinya mengalami kekerasan berbasis gender, lebih 50 persen Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) di Jawa Tengah tidak memiliki akta nikah, 78 persen bercerai karena mengalami KDRT, 40 persen buta huruf, serta 56 anak mereka tidak memiliki akta kelahiran.
“Saya titip PR itu diselesaikan dalam kongres ini. Saya menyambut baik Kongres Perempuan ini dan jargon Perempuan Berdaya, Jateng Maju harapannya bisa diurai. Hadirkan perempuan-perempuan hebat di ruangan ini, lalu tiru agar mempunyai acuan yang baik,” kata Ganjar, saar menyaksikan pembukaan Kongres Perempuan JawaTengah I di UTC Semarang.
Ganjar menjelaskan Kongres Perempuan diperlukan karena diharapkan bisa menjadi solusi segala persoalan yang ada sekaligus untuk mempersiapkan perempuan menghadapi perubahan zaman agar mereka berdaya.
Baca juga: Miris Angka Perceraian di Semarang Capai 2.634 Kasus, 75% Penggugat Perempuan
“Jika mereka tidak terlatih tidak bisa, sementara dunia persaingan semakin ketat. Banyak pintu yang bisa diberikan dengan keahlian yang dimiliki dari mereka yang sudah sukses atau para pendahulu. Harapannya di kongres ini dapat dirumuskan, sehingga banyak akses untuk mereka terhadap ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” katanya.
Ganjar juga mengingatkan para perempuan dapat terus bersuara dan berbicara terutama dalam sejumlah forum penting seperti dalam musyawarah rencana pembangunan agar program pemerintah tidak maskulin, tetapi juga berprespektif gender.
“Kami tunggu rekomendasi yang dihasilkan dari Kongres Perempuan Jateng I,” kata Ganjar.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang Darmawati membuka Kongres Perempuan Jateng I, didampingi Ganjar Pranowo, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jateng Siti Atikoh, dan Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Prov Jateng Nawal Arafah yang juga selaku panitia Kongres Perempuan Jateng I. (lna)

Leave a Reply