
JoSS, JAKARTA – Menko Polhukam Wiranto masih dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat setelah menjalani operasi pemotongan usus halus sepanjang 40 centimeter pascainsiden penusukan yang dilakukan oleh SA, Kamis (10/10).
Sementara itu Kapolsek Menes Kompol Driyono yang juga menderita lima luka tusukan yakni di dada bagian kiri dan kanan, pundak bagian kiri, punggung, dan sikut bagian kiri. Keduanya kini kondisinya terus membaik.
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (11/10) mengatakan kondisi mantan Panglima TNI tersebut telah melewati masa kritis dan tinggal menunggu pemulihan.
Mahfud menceritakan, tim medis telah mengambil tindakan operasi dengan memotong sekitar 40 cm ususnya. Saluran pencernaan Wiranto itu terluka akibat tusukan senjata tajam pelaku penyerangan.
Baca juga: Kasus Penusukan Wiranto Disebut Rekayasa, Addie MS Merinding
“Memang itu terkena, lalu dipotong terus disambung terus selesai,” kata Mahfud yang mengaku mendapat keterangan dari tim medis.
Hal senada juga disampaikan tenaga ahli Menko Polhukam, Agus Zaini. “Setibanya di RSPAD, langsung ditangani secara intensif dan dokter memutuskan untuk mengambil tindakan operasi di bagian perut lantaran akibat tusukan ditemukan luka di bagian usus halus, sehingga usus halusnya mesti dipotong sepanjang 40 cm,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya.
Sementara itu Kapolsek Menes Kompol Driyono mengisahkan tak mengira akan terjadi insiden tersebut. “Saat itu (Wiranto) turun dari mobil, saya bersalaman. Kemudian balik badan, tiba-tiba yang laki-laki menerobos (untuk menusuk). Terus istrinya mau menusuk (Wiranto) saya halangi, ahirnya kena saya ini. Pisaunya itu dililit kain hitam,” kata Kompol Driyono, ditemui di RS Sari Asih, Kota Serang, Banten, Jumat (11/10).
Dia mengaku tak sadar kalau terluka. Setelah Wiranto dimasukkan ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit, dan pelaku ditangkap polisi, Driyono baru sadar kalau tubuhnya penuh darah. Driyono pun meminta anggota dari Polsek Menes menemaninya ke Puskesmas Menes untuk segera diobati. Pakaiannya, sudah basah dengan darah.
“Saya minta temenin anggota saya ke Puskesmas. Jalan kaki saya ke sana. Mungkin sekitar 500 meteran ke puskesmas nya,” terangnya. (lna)

Leave a Reply