RI-Belanda Sepakat Tuntaskan Pembangunan Mega Proyek Tanggul Laut Raksasa

Ilustrasi tanggul laut | Foto: sindonews.com

JoSS, JAKARTA – Kelanjutan kerjasama Pembangunan Megaproyek Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara menjadi salah satu poin pertemuan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte saat berkunjung ke Istana Bogor.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan kedua negara akan kembali bekerja sama dalam proyek Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Basuki menuturkan kerja sama dengan Belanda kali ini akan terkait pencarian pembiayaan proyek NCICD. Sementara Korea Selatan bertugas merancang teknis proyek senilai sekitar Rp500 triliun itu.

“Kalau ini dia (Belanda) mencarikan skema pembiayaan untuk NCICD. Korea untuk teknisnya. Semacam wealth fund, saya kira begitu,” jelas Basuki, seperti dikutip dari Detik.com.

NCICD merupakan tanggul raksasa yang bertujuan untuk melindungi Kota Jakarta untuk jangka pendek, menengah hingga jangka panjang dari krisis air baku dan risiko banjir akibat fenomena penurunan permukaan tanah di Utara Jakarta.

Pada tahap awal untuk mengurangi risiko banjir, banjir rob dan mencegah penurunan permukaan air tanah kota Jakarta dibangun tanggul laut sepanjang 20,1 km untuk melindungi area kritis.

Baca juga: Proyek Pembangunan Tanggul Laut Pekalongan Masuk Tahap Pemasangan Sheet Pile

Pembangunan tanggul fase darurat tersebut dibagi atas pembangunan tanggul sepanjang 4,5 km oleh Kementerian PUPR yang telah rampung pada tahun 2018 dan selebihnya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan partisipasi pihak swasta di daerah kritis tersebut.

Basuki mengatakan proyek NCICD ini sudah berjalan tiga tahun. Selain Belanda, Korea Selatan juga ikut terlibat dalam proyek tersebut.

“Ini sudah sejak tiga tahun lalu bersama sama dengan Korea Selatan. Akan selesai Juli 2020. Karena MoU-nya habis, beliau setuju untuk meneruskan kerja sama di NCICD ini,” kata Basuki.

Ia menyatakan dalam kerja sama yang sudah dilakukan sekarang ini tanggul laut sepanjang 20 kilometer (km) sudah terbangun. Total tanggul laut di Teluk Jakarta yang perlu dibangun untuk melindungi Jakarta dari tumpahan air laut direncanakan sepanjang 120 km, melintang dari Timur ke Barat.

Basuki menyebut proyek tanggul tersebut penting untuk dilanjutkan. “Yang urgent dulu karena yang dari tanggul harus 120 km di Pantai Utara (Jakarta) yang urgent banget itu kan, tapi sekarang baru dibangun sekitar 20-an km. Itu dulu yang kita selesaikan,” ujarnya.

Selain soal kelanjutan proyek NCICD, kata Basuki, Belanda juga sepakat menjalin kerja sama di bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, kerja sama bidang SDM ini khususnya bidang vokasi yang terkait dengan infrastruktur.

“Saya juga minta advisor untuk politeknik PU yang dibangun di Semarang. Beliau menyetujui,” tuturnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*