
JoSS, SINGAPURA – Kementerian Kesehatan Singapura pada hari Kamis (10/10) mengumumkan akan melarang iklan produk-produk minuman manis. Hal ini dilakukan dalam rangka menurunkan angka konsumsi gula warganya, melawan penyakit diabetes.
Iklan makanan dan minuman manis cenderung memicu konsumsi produk yang menggunakan pemanis buatan tersebut bagi masyarakat. Sejumlah kalangan menilai aktifitas tersebut secara langsung memaparkan kampanye memakan makanan manis.
Detail dari kebijakan tersebut akan mulai dijelaskan tahun 2020 mendatang. Singapura bisa jadi negara berikutnya setelah Meksiko dan Inggris yang menerapkan kebijakan membatasi paparan makanan dan minuman berkalori tinggi.
Salah satunya rencana Kementerian Kesehatan Singapura mewajibkan produk minuman yang mengandung gula tinggi memasang label peringatan kesehatan. Selain melarang iklan, minuman manis juga akan dikenakan pajak cukai dan beberapa bahkan sama sekali dilarang penjualannya.
“Kami akan memperkenalkan larangan iklan untuk produk minuman soda berpemanis yang tidak sehat di semua platform media massa lokal. Mulai dari siaran, cetak, di luar rumah, hingga online,” kata Kementerian Kesehatan Singapura seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/10).
Singapura diketahui jadi salah satu negara dengan tingkat diabetes yang tinggi. Menurut data dari International Diabetes Federation ada sekitar 600 ribu kasus diabetes di Singapura pada tahun 2017.
Baca juga: Singapura Rogoh Kocek USD72 Miliar Untuk Tangani Peningkatan Air Laut
Sementara itu, di Indonesia iklan minuman manis masih menghiasi hampir semua ruang publik dan media masa. Bahkan saat bulan Ramadhan tiba, iklan sirup (salah satu contoh iklan makanan dan minuman manis) selalu menjadi fenomena tahunan.
Dengan menampilkan betapa enak dan segarnya minuman di dalam iklan, pastilah membuat yang menonton tertarik meminumnya juga.
Banyak pro dan kontra dengan adanya iklan sirup (minuman lain) di bulan ramadhan ini. Bagi yang kontra dengan iklan sirup berpendapat bahwa iklan ini mengajarkan hal negatif kepada orang berbuka. Iklan ini mengajak masyarakat untuk berbuka dengan yang manis-manis, padahal di dalam ajaran Islam dianjurkan berbuka dengan yang manis seperti kurma bukan segala hal yang rasanya manis.
Ditambah lagi argumen yang menyatakan bahwa makanan dan minuman manis tak baik buat kesehatan.
Selain itu jika iklan sirup ini benar-benar memiliki dampak yang buruk bagi masyarakat, kenapa kita tak batasi iklan sirup ini layaknya iklan rokok. Dimana saat iklan sirup muncul dibelakangnya ditambahkan keterangan “makanan dan minuman manis bisa menyebabkan obesitas, darah tinggi, diabetes dan lain sebagainya.” Atau bisa ditambahkan gambar contoh penyakit tersebut. Selesai sudah masalah yang kita takutkan. (lna)

Leave a Reply