JoSS, SALATIGA – Relokasi perusahaan alas kaki PT Selalu Cinta Indonesia (SCI) di Kabupaten Salatiga diperkirakan rampung pada 2020 mendatang. Pembangunan pabrik di Kecamatan Argomulyo itu nantinya dapat menyerap 20.000 tenaga kerja.
Wali Kota Salatiga Yulianto, menyampaikan wilayahnya menjadi salah satu lokasi yang terimbas berkah perkembangan bisnis alas kaki di Jawa Tengah. Satu perusahaan yang sudah berkomitmen mengembangkan pabrik ialah PT Selalu Cinta Indonesia (SCI).
“Kami menjadi salah satu daerah yang ketiban berkah, dengan adanya ekspansi atau pemindahan pabrik alas kaki,” katanya seperti dikutip dari Bisnis.com, Senin (14/10)
Dia menambahkan, SCI berinvestasi senilai Rp700 miliar untuk ekspansi pabrik tahap II di atas lahan seluas 30 hektare (ha). Sebelumnya pabrik SCI dapat menyerap tenaga kerja 8.000 orang. Bila pabrik tahap II selesai, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 20.000 orang.
Yulianto menambahkan, sebagai area bisnis Salatiga juga diuntungkan dengan rampungnya pengembangan Tol Trans Jawa pada akhir 2018. Fasilitas ini membuat jarak tempuh ke Semarang, Solo, dan Surabaya kian cepat.
“Ke depannya kami masih terbuka dengan investasi, khususnya yang padat karya dan non polutan,” imbuhnya.
Seperti diketahui, industri alas kaki di Jawa Tengah kian bergairah seiring dengan pertumbuhan investasi pabrik dan peningkatan nilai ekspor.
Baca juga: Kawasan Industri Wijaya Kusuma Berkomitmen Bangun 1 Pabrik/Tahun
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, per Juni 2019 realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor industri barang dari kulit dan alas kaki mencakup 47 proyek.
Nilainya mencapai US$39,58 juta atau sekitar Rp554,20 miliar (kurs Rp14.000 per dolar AS), dan menempati urutan ketiga investasi PMA terbesar. Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terserap 11.971 orang, sedangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) sebanyak 30 orang.
Kepala DPMPTSP Jateng Ratna Kawuri, menyampaikan tren investasi industri kulit dan alas kaki cenderung bertumbuh pada 2019. Sebelumnya pada semester I/2018, sektor tersebut hanya mencapai urutan keempat terbesar dari seluruh PMA.
“Kami lihat tren pertumbuhan ini bisa berlanjut sampai akhir 2019,” ujarnya, belum lama ini.
Lokasi industri barang dari kulit dan alas kaki terutama tersebar di 7 kabupaten/kota, seperti Jepara, Salatiga, Rembang, Ungaran, Brebes, Magelang, dan Demak.
Adapun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) industri barang dari kulit dan alas kaki per Juni 2019 senilai Rp5,03 miliar yang berasal dari 4 proyek. Jumlah TKI yang terserap mencapai 108 orang.
Untuk mendorong aliran investasi ke Jateng, sambung Ratna, DPMPTSP berkomitmen melakukan pelayanan maksimal. Bahkan, investor akan dibantu dan didampingi dalam proses perizinan dari hulu ke hilir. (lna)

Leave a Reply