
JoSS, SEMARANG – Baru-baru ini viral video Andika eks vokalis Kangen Band yang digaruk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang saat menyamar menjadi gembel dan mengamen untuk melihat reaksi masyarakat.
Kejadian itu sebenarnya sudah lama, melalui kanal Youtube pribadinya Andika Mahesa Official mengunggah tayangan tersebut pada 6 September lalu. Namun tidak terlalu ramai, hingga akhirnya diunggah ulang oleh sebuah akun gossip dan menjadi viral.
Dalam tayangan video yang berjudul ‘Babang tamvan Nyamar Jadi Gembel Malah Diciduk Pol PP Semarang’. Dalam video berdurasi total 23 menit dan 40 detik itu, Andika berjalan sendirian di taman menggunakan baju dan celana pendek putih yang kotor.
Andika menyamar sebagai gembel dan meminta uang untuk membeli makan kepada sejumlah pengunjung Kota Lama Semarang.
“Durung maem (belum makan),” katanya kepada para pengunjung di Kota Lama Semarang. Seorang penjual minuman yang merasa terganggu lantaran terus dimintai uang makan, menyuruhnya minta ke Satpol PP. Ia kemudian diantar ke petugas Satpol PP yang berjaga tapi ditolak.
Pria yang kerap dipanggil Babang Tamvan ini sempat dikenali seorang pria. “Bang Andika ya, lagi ngeprank ya,” kata pria yang duduk di sebelahnya itu. Setelah dikenali, Andika menjauh mencari sasaran baru.
Baca juga: Prihatin Dengan Dunia Hiburan, Tata Janeeta: Modal Sensasi dan Kebodohan Kini Lebih Menarik
Ia terus mengiba orang yang lewat untuk mencari simpati mendapatkan makanan. Tapi aksinya yang menjiwai, membuatnya sulit kenali dan cenderung diabaikan oleh lalu lalang orang di Kota Lama Semarang.
Tiba-tiba, petugas Satpol PP datang dan menangkapnya. Terjadi kericuhan antara kru Andika dan petugas Satpol PP. “Pak-pak jangan gitu,” terdengar teriakan kru Andika melihat dia diciduk dengan kasar. “Ini ada larangan ngamen, jangan ngotot,” balas seorang petugas Satpol PP. Kru Andika menyebut bahwa orang yang mereka ciduk itu merupakan bekas vokalis Kangen Band.
Andika diminta membuktikan bahwa dia memang benar Andika. Begitu ia memetik gitar, terdengar suara Babang Tamvan yang merdu ini. Mulailah terdengar teriakan Satpol PP dengan gembira. “Ternyata beneran, kirain pengamen tadi.”
Meski terlihat ricuh, tayangan ini terasa direkayasa. Musababnya, sebelum melakukan penyamaran atau biasa disebut prank, ia dan seorang pria memberikan pengantar yang mengatakan bahwa kegiatan mereka sudah didukung oleh wali kota.
Hal ini dibenarkan Kasatpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto. “Betul (sempat diamankan),” kata Fajar saat dimintai konfirmasi, Rabu (23/10).
Dia mengatakan peristiwa itu terjadi di Kota Lama Semarang. Peristiwa terjadi pada September 2019. “Tidak di hotel, tapi di Kota Lama,” ujar Fajar. (lna)

Leave a Reply