Pemerintah Percepat Koneksivitas Joglosemar Dukung Borobudur Sebagai ‘Bali Baru’

Ilustrasi | Foto: google

JoSS, JOGJA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah terus berupaya mempercepat koneksivitas akses wilayah Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) untuk pendukung target terciptanya 10 destinasi unggulan ‘Bali Baru’ yakni Candi Borobudur.

Budi mengatakan, Joglosemar menjadi salah satu yang harus lekas diselesaikan akses konektivitasnya. Karena itu masuk ke dalam proyeksi 10 ‘Bali Baru’ yang diminta Presiden Joko Widodo.

“Kami diperintahkan oleh Pak Presiden untuk menyiapkan itu semuanya,” tuturnya usai, seminar pariwisata di Auditorium Magister Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Jogja, Sabtu (21/9).

Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi salah satu proyek dalam rangka merealisasikan konsep konektivitas itu. “Potensi utama daripada turis untuk konektivitas internasional sudah ada. Nah, sekarang bagaimana kita menghubungkan YIA itu dengan tempat-tempat lain,” jelasnya seperti dikutip dari Akurat.co.

Dibangun dengan nilai investasi Rp10 miliar, YIA memiliki runway atau landasan pacu sepanjang 3.250 meter dan lebar 80 meter yang didesain mampu digunakan mendarat pesawat berukuran besar. Macam Boeing 777 dan 380 yang sering digunakan oleh maskapai dari Amerika Serikat (AS), Eropa, serta Timur Tengah.

Baca juga: Kawasan Joglosemar Dapat Kucuran Dana Rp2,1 Triliun, Untuk Apa?

Pada tahun 2020 nanti, konektivitas kereta api dari Kota Gudeg menuju YIA harus sudah selesai. “Akses kereta api baru yang dari Yogya menuju Bawen lewat Borobudur juga harus diselesaikan dalam waktu dekat,” ujar Budi menambahkan.

Rencana selanjutnya adalah menyambungkan akses dari Kulon Progo menuju kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah. Targetnya, jalan langsung ini selesai pertengahan 2020.

Budi melanjutkan, untuk mewujudkan konektivitas ini dibutuhkan pula satu ring atau jalur besar kereta api yang bisa menghubungkan titik di Jogja-Solo-Semarang. Yakni, melintasi Bandara YIA, Adi Seomarmo, dan Ahmad Yani.

“Kereta api itu bisa mengakses ke semua kota-kota itu dan ke semua bandara. Sehingga orang kalau suatu saat dia datang dengan menggunakan pesawat ke Bandara Kulon Progo, tetapi dia akan berangkat dari Solo (Adi Soemarmo), karena mau ke Bali, dia bisa ganti bandara,” rincinya.

Dengan terealisasinya konsep besar ini, maka harapannya adalah kunjungan wisatawan ke Joglosemar dan seputarnya bisa terdongkrak. “Harapan kita tourism ini menjadi suatu keunggulan devisa kita. Bahkan mungkin menjadi devisa yang utama, seperti Thailand,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*