JoSS, SURABAYA – Sejumlah wilayah di Jawa Timur yakni Kertosono, Madiun dan Ponorogo menjadi tiga daerah yang akan dibuka sebagai poros industri baru. Ke tiga daerah tersebut akan digenjot kinerja investasinya dalam 5 tahun ke depan sekaligus untuk mengejar pertumbuhan ekonomi.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan wilayah potensi untuk investasi di sektor industri yakni di luar ring 1 yang saat ini sudah hampir terkoneksi dengan infrastruktur jalan tol.
“Kami ingin buka poros-poros industri baru, seperti Kertosono, Madiun, Ponorogo yang memang saat ini masih macet dan itu menjadi PR kami, tapi jalan-jalan ini juga sudah ada rencana untuk konek dengan bandara yang sedang dibangun di Kediri, maka ini jadi akses poros baru,” jelasnya, belum lama ini.
Dikutip dari Bisnis.com, sebanyak 50% ekonomi Jatim saat ini ada di Ring 1 (Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Gresik). Namun menurutnya, hal itu justru dianggap masih ada ruang untuk pengembangan sektor industri Jatim yakni di sisi barat dan selatan, dan juga di Madura.
Baca juga: Pemkot Madiun Siapkan Anggaran Rp 40 Miliar Untuk Pengadaan Laptop Bagi Pelajar
“Dari pengembangan poros industri ini, kami coba atasi apa saja hambatan-hambatan investasi di daerah-daerah ini, termasuk soal ketersediaan sumber daya manusia,” imbuhnya.
Emil menambahkan, saat ini Pemprov Jatim juga sedang fokus mengoptimalkan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) secara intensif latihan 3 bulan untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap bekerja.
“Selama pelatihan itu, kita bisa sisihkan mana yang etos kerjanya bagus sehingga lulusan BLK ini kita tawarkan ke perusahaan baik dari soft skill dan hard skillnya,” imbuhnya.
Dalam paparan Emil, realisasi investasi di Jatim sampai semester I/2019 ini secara total mencapai Rp32,05 triliun, sebanyak Rp6,56 triliun merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Rp25,50 triliun merupakan PMDN.
“Pada semester I ini, investasi yang memanfaatkan Online Single Submission (OSS) sudah sebanyak Rp10,34 triliun, yakni nilai investasi mulai Rp50 juta sampai Rp500 juta,” katanya.
Dari total realisasi investasi semester I tersebut, ada 5 negara terbanyak yang melakukan investasi di Jatim di antaranya Singapura, Jepang, Inggris, Belanda dan Malaysia. (lna)

Leave a Reply