Tinggalkan Gerindra, Bupati Sragen Akui Telah Ajukan Rehabilitasi Ke PDIP

JoSS, SRAGEN – Belum ada jawaban dari Partai Gerindra soal pengunduran dirinya, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengakui dirinya telah mengajukan rehabilitasi, agar bisa kembali menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) beberapa waktu lalu saat Konggres PDIP di Bali.

Sebelum mengajukan rehabilitasi, Yuni mengaku juga telah mengundurkan diri dari Partai Gerindra, dimana dalam struktur DPC Partai Gerindra Sragen, dia menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina. Pengunduran diri karena saat Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 lalu Yuni tidak sejalan dengan instruksi partai.

Saat itu, dirinya mendukung paslon nomor 01 sementara garis instruksi partai Gerindra mendukung paslon 02. “Saya sudah mengajukan pengunduran diri secara resmi dari Ketua Dewan Pembina dan sekaligus kader Partai Gerindra,” tegasnya.

Pengunduran diri dari Partai Gerindra itu sudah diajukan usai Pemilu April 2019 lalu, namun sampai saat ini juga belum mendapatkan jawaban dari partai tersebut.

Baca juga: Menengok Jejak Pabrik Gula Kedoeng Banteng di Sragen

Meski demikian, tak mau menunggu jawaban Gerindra, wanita yang akrab dipanggil Yuni itu  melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Sragen telah mengajukan rehabilitasi Untung Yuni Sukowati sebagai kader partai, karena Yuni pernah dipecat sebagai kader PDIP.

Yuni menyebrang ke Partai saat Pilbup 2015 dan maju sebagai cabup berdampingan dengan Dedy Endriyatno kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan berhasil memenangi Pilbup 2015.

“Saya belum bisa memberikan hasilnya, karena jawaban dari DPP PDIP juga belum kami diterima,” kata Yuni, seperti dikutip dari Suara Merdeka Solo.

Yuni mengatakan masih menunggu jawaban dari PDIP, sehingga belum bisa berbuat banyak, termasuk permintaan membuat resume tentang kader PDIP, sebagai salah satu syarat pengajuan rehabilitasi. Pihaknya masih menunggu hasil dari DPP PDI-P.

Dia menyebut Ketua DPC PDIP Untung Wibowo Sukowati juga baru pulang berhaji. Sehingga belum sempat menyampaikan hasil permohonan rehabilitasi. Bowo, panggilan akrab Ketua DPC PDIP Sragen adalah adik kandung Yuni.

Menurut dia, hal itu adalah keputusan yang dia ambil, dimana dia tidak bisa berada dalam situasi yang mengambang.

Yuni mengucapkan terima kasih kepada Gerindra dan kepada PDIP yang telah membentuk dirinya sebagai seorang pemimpin di Kabupaten Sragen. Dan dirinya bisa membuktikan bila semua partai memiliki visi dan misi yang sangat baik bagi Indonesia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*