JoSS, JOGJA – Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyebut penangkapan anggota Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) sangat ironis, bahkan dibilang seperti ‘dagelan’.
Sultan menginginkan agar operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK di Jogja menjadi yang pertama sekaligus terakhir di DIY. Dia juga mengingatkan agar TP4D tidak terlibat dalam praktek korupsi kolusi dan nepotisme.
“TP4D kan fungsinya untuk mengawasi agar tidak ada penyalahgunaan. Tugas pengawas ya ngawasi bukan diawasi. Kalau seperti itu tidak menyelesaikan masalah. Kalau pengawas terlibat ya bagi saya itu (sama saja) seperti dagelan,” kata Sultan di Kepatihan, Selasa (20/8), seperti dikutip dari HarianJogja.
Sultan meminta agar kasus OTT KPK di Jogja dijadikan bahan peringatan dan instrospeksi agar ke depan tidak terulang lagi. Pemkot diminta oleh Sultan untuk benar-benar mengontrol aparatur sipil negara (ASN)-nya.
Baca juga: Buntut OTT di Jogja, KPK Segel Tiga Lokasi Ini
Terutama fungsi pengawasan yang benar-benar melakukan pengawasan. “Tugas pengawas ya harus mengawasi. Pengawas juga butuh diawasi. Kalau (pengawas ikut terlibat) tidak akan menyelesaikan masalah,” katanya.
Dia memaparkan, hingga kini belum ada komunikasi antara dirinya dengan Wali Kota Jogja dan Kejaksaan terkait kejadian ini. Hanya saja, Sultan berharap agar penanganan dan penegakan hukum harus dilakukan dengan benar.
“Saya punya harapan jangan terjadi lagi. Ini untuk pertama dan terakhir. Kejadian ini harus menjadi bahan introspeksi, oleh semuanya, termasuk diri saya sendiri,” pungkas Sultan.
Sebelumnya, KPK meringkus 5 orang dalam OTT yang dilakukan di Jogja pada Senin (19/8). Selain itu, KPK juga mengamankan uang sekitar Rp100 juta setelah sebelumnya menindaklanjuti informasi dari masyarakat akan terjadinya transaksi.
Diduga transaksi tersebut terkait dengan sebuah proyek di Dinas PU Yogyakarta yang didampingi atau diawasi oleh tim Tim Pengawalan, Pengamanan, Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D) di Kejaksaan Negeri Yogyakarta. (lna)

Leave a Reply