Mengenal Naila Novaranti, Atlet Skydiving Skala Internasional Jadi Ikon Pancasila

Naila Novaranti usai dinobatkan sebagai ikon Pancasila | Foto: Tono/joss.co.id

JoSS, SOLO – Atlet juga pelatih skydiving, Naila Novaranti mengaku terkejut dan tersanjung mendapat
penghargaan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai ikon Pancasila.

Dia dinobatkan sebagai ikon nusantara yang dinilai telah berkontribusi penuh dalam mengamalkan dan menyelaraskan kehidupan dengan ideologi Pancasila terutama di bidang olahraga, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

“Saya juga tidak menyangka , diundang untuk menerima penghargaan sebagai salah satu ikon Pancasila khususnya di bidang yang saya geluti yakni olahraga ekstrim skydiving,” ujar Naila Novaranti kepada wartawan, Selasa (20/8).

Menurutnya, untuk sky diving, penerjun yang lompat dari pesawat nggak langsung membuka parasut, tapi melakukan atraksi akrobatik di angkasa sekitar satu menit sebelum waktunya untuk membuka parasut, memiliki risiko tinggi.

“Saya pernah mengalami patah tulang di bagian tangan dan kaki yang membuat saya harus vakum selama enam bulan untuk memulihkan kondisi. Namun saya tidak kapok, karena keasyikan terjun skydiving itu mengalahkan rasa takut saya,” ujarnya.

Baca juga: Siapa Andrea Putri Tukr, Pelantun ‘Tanah Airku’ di Istana Merdeka?

Ibu tiga anak ini mengaku sempat deg-deg an karena parasutnya tak bisa dibuka, padahal sudah dekat 700 kaki dari darat. Untungnya detik-detik terakhir payungnya berhasil membuka.

Isti dari seorang mariner Inggris, Christoper David itu mengatakan dirinya tak pernah membayangkan akan menjadi perempuan satu-satunya dari Indonesia yang menjadi atlet skydiving dunia.

“Rasanya tambah bersyukur kepada Tuhan, karena jam terbang yang cukup tinggi membuat saya dipercaya menjadi pelatih terjung payung ekstrim (skydiving) di 46 negara, termasuk pelatih di institusi militer Indonesia,” paparnya.

Dia menambahkan dirinya tetap setia sebagai warga negara Indonesia meski karena keluarganya tinggal di luar negeri membuat dirinya sering wira-wiri , Indonesia, Inggris dan Amerika Serikat.

Dengan diberinya gelar penghargaan sebagai ikon Pancasila, mantan sekretaris di perusahaan minyak dan karyawan di perusahaan parasut di Amerika Serikat itu termotivasi untuk mengejar sebagai yang terbaik di kejuaraan dunia skydiving.

Dipaparkan oleh Naila Novaranti prestasi tertinggi juara pertama di kelas AA. “Dari dua tahun lalu saya juara pertama. Tiap bulan ada kejuaraan terus dan nanti final world competition di Amerika Serikat akhir tahun 2019 ini,” ujarnya. (ton/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*