
JoSS, SEMARANG – Komisi E DPRD Jateng mendorong pihak sekolah untuk segera mengusulkan rencana bantuan kepada Pemprov Jateng terutama pada pengembangan sarana dan prasarana (Sarpras). Dalam monitoring di sejumlah SMAN di Jateng, terungkap minimnya sarpras jadi kendala pengembangan sekolah.
Dalam kunjungannya di SMAN 2 Kota Magelang pada Senin (26/8) Komisi E DPRD Jateng diterima oleh Sekretaris Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII M. Zubaidi dan Kepala SMAN 2 Kota Magelang Agung Mahmudi Ariyanto.
Agung mengatakan saat ini masih ada kekurangan fasilitas di sekolah yakni tidak adanya aula atau ruang pertemuan. Selain itu, masih ada beberapa ruangan yang atapnya mengalami kebocoran di saat musim penghujan.
“Memang, kami masih menghadapi kekurangan tersebut. Meski begitu, kami tetap berusaha untuk meningkatkan prestasi siswa,” kata Agung.
Padahal secara prestasi, pihak Dinas Pendidikan M. Zubaidi menilai sekolah di Kabupaten/ Kota Magelang, Purworejo, dan Temanggung sudah sangat baik. Menyinggung PPDB online sistem zonasi, kata dia, pelaksanaannya sudah berjalan dengan lancar.
“Soal sarpras sekolah di pinggiran wilayah, kami terus berupaya untuk memenuhi setiap kekurangan yang ada di sekolah tersebut,” katanya.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi E DPRD Jateng Jamaludin menjelaskan kegiatan monitoring yang sedang dilakukan Dewan saat ini sebenarnya tidak hanya soal sarpras tapi juga pengawasan kesejahteraan guru dan pegawai di sekolah.
Menurut dia, selama ini masih ada tenaga pendidik SMA/SMK di pinggiran wilayah yang kesejahteraannya masih rendah. “Untuk itu, kami (Komisi E) berupaya agar kesejahteraan meningkat dengan adanya kenaikan gaji guru dan honorer,” kata Jamal.

Hal yang sama juga terjadi di Boyolali, saat Komisi E DPRD Jateng berkunjung ke SMAN 2 Boyolali, Jumat (23/8).
Kepala Sekolah SMAN 2 Boyolali Bambang Prihantoro mengatakan fasilitas yang ada di SMAN 2 yang belum memadai. Salah satunya kondisi laboratorium fisika kimia biologi yang kini keadaannya rusak berat. “Ada kekhawatiran bagi kami, jika untuk kegiatan pembelajaran,” ujarnya.
Meski sudah mendapat bantuan rehabilitasi gedung utama sekolah dengan dana dari APBN, namun pihak sekolah tetap berharap ada perhatian dari Komisi E untuk peningkatan mutu layanan di SMAN 2 Boyolali.
Baca juga: Komisi D Sidak Percepatan Pembangunan Ruas Jalan Provinsi
“Pada tahun ini, SMAN 2 Boyolali ditunjuk Kemendikbud sebagai sekolah zonasi. Namun sayang, masih banyak kekurangan terutama dari segi sarpras dan fasilitas penunjang lain,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen mengaku tetap berkomitmen untuk memaksimalkan dunia pendidikan supaya tidak ketinggalan. Diusahakan, untuk kebutuhan primer di sekolah harus terpenuhi dan setiap siswa juga mempunyai talenta khusus untuk bersaing di bidang non akademis.
“Kebutuhan yang terkait dengan pelayanan dasar itu sifatnya absolut dan harus serius,” ujar Politikus PKB itu.
Dalam hal ini, Komisi E akan mendorong terus untuk memaksimalkan dari segi fasilitas dan penunjang pendidikan lainnya. Harapannya, lulusan dari SMAN 2 Boyolali ini semua terprogres dan lulusannya tidak ada yang menjadi pengangguran.

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jateng Sumarsono saat melakukan kunjungan di SMAN 2 Pegandon, Kendal juga menghadapi keluhan yang sama yakni minimnya sarpras jadi kendala pengembangan sekolah.
Untuk itu dia mendorong pihak sekolah untuk segera mengusulkan rencana bantuan kepada Pemprov Jateng terutama pada pengembangan sarpras.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan XIII Nasikhin menyatakan, untuk sekarang ini sejumlah SMA negeri yang ada di Kendal mengakui kekurangan sarpras. Bahkan status tanah pun masih banyak milik desa setempat (tanah bengkok).
Pihaknya sudah memetakan permasalahan serta kebutuhan yang harus dipenuhi, namun terkadang terkendala skala prioritas dari daerah lain. “Kadang harus antre dengan daerah lain. Kami sudah mengajukan proposal bantuan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu Kepala SMAN 2 Pegandon E Margaretha menyatakan, untuk wilayah kecamatan ada satu sekolah negeri. Minimnya sarpras kerap juga jadi pertanyaan orang tua siswa. (ADV)

Leave a Reply