
JoSS, BANTUL – Dua investor asing asal Swiss tengah menjajaki kerja sama dengan Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkait pengelolaan sampah menjadi energi listrik melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)
Anggota DPR Komisi VII Gandung Pardiman mengatakan wacana kerjasama pengolahan sampah pemerintah DIY dengan Swiss ini akan dibahas dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan supaya terealisasi.
Gandung mengemukakan pernyataannya tersebut merupakan hasil kunjungannya ke Swiss beberapa waktu lalu. Dia mengemukakan ada dua investor yang menyatakan tertarik untuk mengolah sampah di DIY menjadi listrik.
“Bahkan, lanjutnya, kedua investor juga telah menawarkan kerja sama dengan Pemerintah DIY,” katanya belum lama ini seperti dkutip dari Suara.com.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam mendorong Pemerintah Daerah Istmewa Yogyakarta (DIY) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul.
Baca juga: Menkeu Janjikan Insentif Bagi Pemda Yang Mampu Kurangi Sampah Plastik
Dia menambahkan, untuk bisa mewujudkan PLTSa, peran serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sangat dibutuhkan. Termasuk perguruan tinggi (PT) yang ikut menerapkan teknologi yang mereka kembangkan.
Menurutnya, aturan terkait pembangunan PLTSa ini juga penting karena ternyata Jogja belum masuk dalam 12 daerah yang akan dibangun PLTSa.
“Pemerintah pusat juga kami dorong membuka aturan yang saat ini baru di 12 kota yang akan dibangun PLTSa, karena Jogya belum masuk,” ujarnya.
Menurut Ridwan, bila persoalan sampah ini tidak segera diselesaikan maka dikhawatirkan bisa mengganggu berbagai predikat yang disandang DIY. Apalagi pertumbuhan ekonomi di kota ini juga semakin membaik.
Apabila rencana itu bisa terlaksana, maka Kementerian ESDM bisa menunjuk BUMN maupun BUMS untuk mengelola PLTSa. Namun pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di DIY diharapkan bisa mengusulkan program tersebut terlebih dahulu. (lna)

Leave a Reply