
JoSS, SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menekankan reformasi birokrasi dan integritas para aparatur sipil negara (ASN) menjadi menjadi sorotan dan fokus utama di dalam melayani dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dia menilai reformasi birokrasi ini menjadi penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Mboten pareng malih wonten pejabat ing Pemprov ingkang nampi upeti, sanajan namung awujud parsel, punapa malih potongan proyek (Tidak boleh lagi ada pejabat di Pemprov yang menerima upeti, walaupun hanya parcel, apalagi potongan proyek),” ujar Ganjar dalam sambutanya dalam upacara peringatan ulang tahun Provinsi Jateng di Lapangan Simpanglima, Semarang, Kamis (15/8/2019).
Menurutnya ada banyak hal yang terus dilakukan pembenahan dan peningkatan kualitas, terutama berkaitan dengan reformasi birokrasi dan integritas ASN. Sebab, keduanya saling bersinggungan dan sering mendapat perhatian dari masyarakat.
Dia berharap, di usia Pemprov Jateng yang sudah 69 tahun tentunya akan semakin mematangkan dalam melayani masyarakatnya.
“Harapannya layanannya lebih baik, integritas makin bagus dan betul-betul bisa mereform seluruh layanan. Itu yang paling penting, paling esensi karena berkaitan dengan mental dengan substansi reformasi birokrasi,” katanya, Kamis (15/8).
Dia mendorong prioritas untuk pengembangan SDM, melalui pendidikan. “Ini yang coba kita dorong. Per hari ini, kita mau bicara dengan DPRD untuk menyampaikan seluruh usulan kita terkait dengan RAPBD 2020,” kata Ganjar.
Baca juga: Ganjar Siapkan Rp1 Triliun lebih Untuk Pendidikan Gratis
Lebih lanjut Ganjar juga meminta kepada masyarakat Jateng, untuk bisa memberikan masukan terkait peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Silakan sampaikan masukan kepada pemprov, apa saja yang harus kami perbaiki dan tingkatkan,” jelasnya.
Sementara itu, HUT ke-69 Pemprov Jateng akan dimeriahkan pesta rakyat dengan mengangkat tema “Ngrumati Bebrayan” atau merawat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Yakni, kegiatan pesta rakyat yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan menyentuh langsung masyarakat.
Ganjar menambahkan, Antikorupsi tidak bisa dilakukan hanya dengan sekali dua kali tindakan, tapi harus menjadi kebiasaan atau budaya. Pihaknya berharap, usai dirinya tak menjabat Gubernur nanti, antikorupsi tetap menjadi budaya dalam membangun Jateng.
“Kula mboten purun, mangkenipun ing wekdal kula sampun mboten dados Gubernur malih, budaya setor proyek, dol tinuku jabatan utawi kintun parsel kedadosan malih (Saya tidak ingin, usai saya tak menjadi Gubernur lagi, budaya setor proyek, jual belu jabatan atau kiriman parcel terjadi lagi),” imbuhnya.
Integritas yang baik dalam melayani masyarakat, lanjut Ganjar, menjadi harapan seluruh masyarakat Jateng. “Ini yang kemudian menjadi takaran kita sehingga dalam rangka Hari Jadi Jateng ke-69 ini harapkan reformasi birokrasi tak hanya dimulut saja, tapi juga di kelakuan kita khususnya melayani masyarakat yang bersih dan baik,” tukasnya. (lna)

Leave a Reply