Dokter Dermawan, Lo Siaw Ging Terima Penghargaan Ikon Pancasila

Dokter Lo Siaw Ging | Foto: solografi.files.wordpress.com

JoSS, SOLO – Dokter Lo Siaw Ging atau yang dikenal dengan dr Lo menerima anugerah sebagai ikon Pancasila oleh pemerintah dalam hal prestasi profesi kategori dokter yang dermawan. Pada usianya yang masuk 85 tahun semangat dokter Lo dalam mengabdikan diri kepada masyarakat sangat tinggi.

Bersama 73 penerima ikon apresiasi prestasi Pancasila lainnya di hal De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (19/8), dokter Lo menerima penghargaan.

Bagi masyarakat Solo dan sekitarnya, selama ini dokter Lo memang sudah dikenal sebagai seorang dokter yang sangat dermawan.

Tak hanya itu, dia tidak pernah memasang tarif bagi pasien yang ingin berobat kepadanya. Dokter Lo sudah membuka praktik dokter sejak tahun 1963. Tetapi, sejak beberapa tahun terakhir kesehatan dokter Lo berkurang, lantaran sering keluar masuk rumah sakit.

Sehingga, tidak bisa kembali membuka praktiknya. Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono mengungkapkan, bahwa pemberian penghargaan terhadap 74 tersebut karena mereka dinilai telah menginspirasi masyarakat.

“Dari 74 yang terpilih itu memang ada yang masih berusia 11 tahun, tetapi karena dia bisa memberikan prestasi yang luar biasa maka kami berikan apresiasi. Ada juga yang sudah 93, tapi kami apresiasi karena dedikasi tinggi. Masalah usia itu nanti,” katanya.

Baca juga: Mengenal Naila Novaranti, Atlet Skydiving Skala Internasional Jadi Ikon Pancasila

Hariyono mengatakan, selain 74 ikon Pancasila 2019 bisa saja diraih oleh orang lain. Karena, ideologi itu bukan warisan biologis.

“Bisa saja orang tuanya sangat Pancasilais tapi anaknya teroris atau menjadi anti Pancasila. Sebaliknya, anak yang dibesarkan dari keluarga intoleran juga bisa lebih Pancasilais,” ungkapnya.

Seperti diketahui, dokter Lo terus berusaha untuk melayani masyarakat dalam kondisi apapun. Bahkan ketika biaya perawatan dokter dan rumah sakit semakin membubung tinggi, tidak ada yang berubah dari sosok Lo Siaw Ging.

Dia tetap merawat dan mengobati pasien tanpa menetapkan tarif, bahkan sebagian besar pasiennya justru tidak pernah dimintai bayaran. Maka, tak heran kalau pasien-pasien Lo Siaw Ging tidak hanya warga Solo, tetapi juga mereka yang berasal dari Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Boyolali, dan Wonogiri.

Dokter Lo, panggilannya, setiap hari tetap melayani puluhan pasien yang datang ke tempatnya praktik sekaligus rumah tinggalnya di Jalan Jagalan 27, Kelurahan Jebres, Kota Solo. Mayoritas pasien Lo adalah keluarga tak mampu secara ekonomi.

Mereka itu, jangankan membayar ongkos periksa, untuk menebus resep dokter Lo pun sering kali tak sanggup. Namun, bagi Lo, semua itu dihadapinya dengan ”biasa saja”. Dia merasa dapat memahami kondisi sebagian pasiennya itu. Seorang pasiennya bercerita, karena terlalu sering berobat ke dokter Lo dan tak membayar, ia merasa tidak enak hati. Dia lalu bertanya berapa biaya pemeriksaan dan resep obatnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*