Berkunjung ke Malaysia, Jokowi Dikepung Asap dari Indonesia

Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, di Dataran Perdana, Putrajaya, Malaysia, Jumat (9/8) | Foto: twitter Sekretariat Kabinet @setkabgoid

JoSS, KUALA LUMPUR – Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke untuk bertemu Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Muhammad, Jumat (9/8). Tiba di Kuala Lumpur, Jokowi disambut kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Meski tak ada agenda terkait persoalan kabut asap, kunjungan Jokowi di tengah masalah kabut asap yang mengepung Malaysia ini sempat membuat Jokowi malu.

Sebelumnya Jokowi mengaku malu saat ingin melakukan kunjungan kerja ke Malaysia dan Singapura, karena kabut asap kebakaran hutan dan lahan kembali masuk ke wilayah kedua negara tersebut.

Jokowi mengatakan masalah kabut asap kebakaran itu menjadi headline pemberitaan di Malaysia dan Singapura.

Badan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) menyatakan ada kemungkinan besar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dari Sumatera akan tetap terjadi di Negeri Jiran pada pekan ini. Penyebabnya adalah arah angin muson masih bertiup ke arah barat daya.

Namun, dilansir dari web resmi Sekretaris Kabinet, isu kabut asap tak disebutkan dibahas dalam pertemuan Jokowi dengan Mahathir.

Baca juga: Indonesia-Korsel Tingkatkan Kerjasama Industri Strategis

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengemukakan, ada sejumlah isu yang akan dibahas dalam pertemuan itu, yakni masalah warga negara Indonesia yang jumlahnya cukup banyak di Malaysia seperti akses pendidikan bagi anak-anak TKI.

Selanjutnya, kata Menlu, mengenai kelapa sawit, sebab Malaysia dan Indonesia sama-sama produsen kelapa sawit. Hal itu mengingat, Malaysia merupakan salah satu negara mitra utama Indonesia terutama di ASEAN.

“Kalau kita melihat dari perdagangan, Malaysia ini mitra dagang ke-7 terbesar atau tujuan ekspor ke-6 terbesar bagi Indonesia. Kalau di ASEAN, Malaysia adalah mitra kedua setelah Singapura. Lalu untuk investasi FDI Malaysia adalah ke-5 terbesar,” kata Retno, seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Sementara itu di sektor pariwisata, wisatawan Malaysia adalah yang terbesar karena jumlahnya sudah lebih dari 2,5 juta, warga negara Indonesia. Lawatan Jokowi kali ini merupakan kunjungan balasan atas kedatangan Mahathir Muhammad ke Jakarta, Juni lalu.

Jokowi dijadwalkan akan menghadiri pertemuan tahunan dengan Mahathir Muhammad, dilanjutkan dengan santap siang, dan salat Jumat bersama. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*