JoSS, JOGJA – Pemerintah segera merealisasikan pembangnan jalan tol Trans Jogja yang menghubungkan antara Jakarta-Jogja-Solo dalam waktu dekat. Hal itu untuk mendongkrak perekonomian daerah selatan Jawa, setelah Jawa Bagian Utara sudah tersambung dengan Tol Trans Jawa pada tahun ini.
Hal itu diungkapkan Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani dalam sebuah acara diskusi bertajuk Menjawab Tantangan Sektor Transportasi Tingkatkan Konektivitas Joglosemar, di Jogja, Sabtu (6/7).
Dia mengungkapkan kajian TransJogja akan segera dimulai. “Desain itu memang akan kita persiapkan segera, mungkin kami sih bulan depan lah kami akan siapkan kajiannya dulu ya,” katanya, seperti dikutip dari Merdeka.com, Senin (8/7).
Kendati demikian dia menjelaskan saat ini sebetulnya Jakarta-Jogja-Solo sudah terhubung. Namun kendaraan masih harus keluar masuk jalan tol.
“Mengenai TransJogja secara eksplisit dan secara tersirat sebetulnya TransJogja TransSolo itu sudah jalan, tapi mereka kan masih keluar masuk tol,” ujarnya.
Dengan adanya TransJogja, diharapkan waktu tempuh dapat ditekan semaksimal mungkin sehingga meski melalui perjalanan darat, waktu yang dibutuhkan tidak akan terlalu lama.
“Kita berharap kan untuk waktu pelayanan yang cepat seperti TransJawa Jakarta-Surabaya itu kan gak ada lagi keluar-keluar (tol) lagi,” ujarnya.
Jika kajian sudah selesai dan dapat segera direalisasikan, dia menyebutkan TransJogja akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Baca juga: Indonesia-Korsel Perpanjang Kerja Sama Pengembangan Infrastruktur
“Setelah itu baru kita luncurkan lagi seperti saat kita meluncurkan TransJawa. Bulan depan kita lakukan kajian,” tutupnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten tengah menyiapkan revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW), terkait dengan rencana pembangunan jalan tol Solo – Jogja. Apalagi wilayah Klaten menjadi daerah terpanjang yang akan dilewati jalur tersebut.
Bupati Klaten Sri Mulyani mengaku saat ini masih terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat. Sesuai pembicaraan awal dengan PT Adhi Karya Tbk selaku kontraktor, hanya ada sedikit perubahan.
Yakni satu rest area yang semula akan dibangun di Prambanan, digeser ke wilayah Kecamatan Karangnongko. Sedangkan untuk satu rest area dan dua exit tol lainnya tidak ada perubahan.
“Rest area dua, exit tol juga ada dua. Rest area utara nanti di Desa Jagalan, Kecamatan Karangnongko dan rest area selatan di Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom,” ujar Sri Mulyani, belum lama ini.
Sedangkan untuk exit tol akan dibangun di Desa Kapungan Kecamatan Polanharjo dan di wilayah Kecamatan Ngawen.
Dengan dibangunnya jalur tol tersebut, ia berharap perekonomian Klaten juga ikut berkembang. Bukan hanya jalan tolnya yang cepat namun perekonomian juga tumbuh pesat.
“Karena ini akan revisi RTRW nanti akan kita usulkan kepada Pak Gubernur dan Kementerian. Dengan dibangunnya jalan tol ini, akan kita bangun titik-titik yang di dekat exit tol menjadi permukiman atau ruko-ruko untuk dikembangkan menjadi desa mandiri,” tuturnya. (lna)

Leave a Reply