
JoSS, SOLO – Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan sesuai dengan kebutuhan pasar, saat ini Kota Solo lebih membutuhkan hotel bintang 4 dan 5 dibandingkan 3 ke bawah. Selama ini investor cenderung membuat hotel melati.
Ketua PHRI Surakarta Abdullah Suwarno mengakui selama ini keberadaan hotel bintang 1, 2, dan 3 di Kota Solo sudah cukup banyak. Menurut dia, jika pemerintah tidak membatasi maka jumlahnya akan terus bertambah.
“Terkait sering adanya event-event besar, Solo saat ini lebih membutuhkan hotel bintang 4 dan 5. Tetapi permasalahannya selama ini kebanyakan investor larinya ke bintang 3, 2, dan 1,” katanya, dalam acara “Talkshow PHRI” di Hotel Novotel Solo, Senin (22/7).
Dia tak menampik, saat ada event Solo ini selalu kehabisan kamar, sampai hotel sekecil apapun penuh, tetapi ada kalanya okupansi kita hanya mencapai 56 persen. Bahkan hotel nonbintang hanya 32 persen,” katanya.
Baca juga: Kunjungan Turis Tiongkok Meningkat, Ini Yang Dilakukan Perhotelan di Solo
Dia menilai, pembangunan hotel belum terlalu diperlukan kecuali untuk pasar premium, dengan standar bintang 4 dan 5. Hal itu mengingat saat low seasion tingkat okupansi hanya 42-43 persen.
“Bahkan saat ‘low season’ tingkat okupansi kita hanya di kisaran 42-43 persen untuk hotel berbintang. Padahal idealnya yang layak 55-60 persen,” katanya.
Berdasarkan data dari PHRI, dikatakannya, per tahun 2018 jumlah hotel bintang 1 sebanyak 8, hotel bintang 2 mencapai 20, hotel bintang 3 sebanyak 14, hotel bintang 4 dan 5 masing-masing 9 dan 3.
Senada, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surakarta Toto Amanto mengimbau kepada calon investor agar ke depan menginvestasikan hotel bintang 4 dan 5.
“Kalau bintang rendah mengganggu hotel lain, kalau hotel dengan bintang 4 dan 5 kan pangsa pasarnya beda,” katanya.
Ia juga mengimbau adanya pemerataan pengembangan hotel dari kawasan Solo tengah dan selatan ke kawasan Solo utara. Sejauh ini, dikatakannya, sudah ada salah satu investor yang membangun apartemen dengan tujuh tower di kawasan Solo utara.
“Harapannya hal ini bisa menjadi pancingan untuk pengembangan di kawasan ini,” katanya. (lna)

Leave a Reply