JoSS, JOGJA – Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Umrah Kemenag DIY Sigit Warsito mengingatkan agar para jemaah Calon Haji (Calhaj) selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) selama berada di Tanah Suci, pasalnya suhu udara di Arab Saudi capai 50 derajat celsius.
Jemaah Calhaj asal DIY akan berangkat ke Tanah Suci mulai 13 Juli dari Embarkasi Solo, Warsito berharap agar para calhaj asal DIY selalu mengikuti arahan dari para petugas pelayanan ibadah haji.
“Selalu gunakan APD, mulai masker yang selalu basah, alas kaki dan kelengkapan lainnya. Minum setiap 10 menit tiga teguk, kulit diolesi krim atau pelembap,” katanya seperti dikutip dari HarianJogja, Rabu (3/7).
Sigit mengharapkan para calhaj untuk tidak terlalu sering mandi. Kalaupun mandi, katanya, dianjurkan untuk menggunakan sabun bayi. “Untuk menjaga tubuh tetap sehat, calhaj juga dianjurkan untuk banyak makan buah seperti pisang, apel, jeruk, kurma.”
Calon haji asal DIY sebanyak 3.527 orang. Jumlah tersebut belum termasuk 25 petugas. Para calhaj asal DIY dibagi dalam sembilan kelompok terbang (kloter). Mereka akan diangkut pesawat Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA 6121-6129.
“Kloter pertama berangkat tanggal 13 Juli dan kloter terakhir 16 Juli, langsung menuju Madinah. Tiba kembali ke Tanah Air dari Jeddah mulai 24 Agustus hingga 27 Agustus,” kata Sigit.
Baca juga: Cuaca Panas Ekstrim di India, Aspal Meleleh, 36 Orang Meninggal
Sebelumnya, Kementerian Agama telah memberitahukan cuaca panas yang melanda Arab Saudi hingga mencapai 42 sampai 50 derajat celcius. Hal itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas layanan transportasi haji dalam penyelenggaraan haji 1440H/2019 yang bertepatan dengan musim panas.
Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Sri Ilham Lubis mengatakan kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas layanan transportasi haji, utamanya layanan bus shalawat yang mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram, pergi-pulang.
“Sebab, mereka harus bertugas di titik-titik pemberhentian bus yang tidak dilengkapi tempat berteduh, demi memberikan layanan kepada jemaah,” jelasnya.
Berbeda dengan halte di Jakarta, tempat pemberhentian layanan transportasi di Mekkah hanya berupa bendera Merah Putih. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan 56 halte dan tiga terminal bus shalawat di Makkah.
“Mental petugas layanan transportasi haji tahun ini harus lebih kuat. Cuaca yang sangat panas, serta jumlah jemaah yang bertambah, menjadi tantangan petugas untuk memberikan layanan terbaik. Apalagi, jumlah petugas sama dengan tahun lalu,” terang dia.
Sri Ilham menambahkan, layanan bus ini akan dilakukan selama 24 jam, sehingga jemaah tidak perlu khawatir akan tidak adanya bus. Hanya saja, untuk menghindari kepadatan, jemaah diimbau untuk berangkat ke Masjidil Haram lebih awal satu sampai dua jam sebelum waktu salat.
Selain shalawat, jemaah haji Indonesia selama di Arab Saudi juga mendapat layanan transportasi antar kota perhajian (Madinah – Makkah – Jeddah atau Jeddah – Makkah – Madinah) dan masyair (Arafah-Muszdalifah-Mina). Sebagaimana shalawat, layanan antarkota perhajian dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Sedang layanan transportasi Masyair dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi. (lna)

Leave a Reply