JoSS, SOLO – Penataan Koridor jalan Jendral Sudirman Solo yang sempat dihentikan pada saat arus mudik Lebaran lalu, kini dilanjutkan kembali. Terkait hal itu Simpang Empat Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) Solo ini ditutup mulai hari ini Jumat (5/7) pukul 13.00 WIB.
Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Mudo Prayitno, mengatakan penutupan Simpang Empat Jensud akan berlaku sekitar 1,5 bulan menyesuaikan lama pengerjaan.
Dia menuturkan, penutupan simpang empat Jensud ini karena penataan Koridor Jensud Tahap Kedua telah dimulailalu lintas di simpang sekitar disesuaikan. Dari Bundaran Pasar Gede arus lalu lintas yang menuju arah Pasar Klewer melalui Jensud ditutup dan wajib belok melalui Jl. R.E Martadinata.
“Sementara dari arah timur atau Jl. Mayor Kusmanto wajib belok kiri menuju Jl. Jenderal Sudirman. Simpang Ketandan ke arah utara dibuka untuk sepeda motor dan kendaraan roda empat,” katanya, seperti dikutip dari Solopos.com.
Ia menambahkan rekayasa yang dilakukan akan berdampak pada simpang-simpang sekitar kawasan Jensud. Dishub Kota Solo akan mengintervensi alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di seluruh simpang sekitar kawasan itu. Petugas Dishub Kota Solo juga akan berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas.
Baca juga: Pembangunan RSUD Jebres Dimulai, 190 Makam di Bong Mojo Direlokasi
Sebelumnya, proyek penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) Solo yang tak kunjung selesai dikeluhkan banyak pihak. Bukan hanya pengguna jalan, proyek yang berjalan lambat tersebut juga mengganggu agenda Kota Solo, Jawa Tengah.
Salah satu penikmat pertunjukan seni di Kota Solo, M. Adi, mengeluhkan sulitnya akses jalan menuju Benteng Vastenburg. Dia bahkan sampai harus mengantre panjang untuk masuk lokasi parkir saat hendak menonton opera Ramayana di Benteng Vastenburg dalam agenda Bakdan Neng Sala 2019.
Sejumlah netizen Solo heran dengan proyek penataan koridor Jl. Jensud yang menggantikan aspal dengan batu andesit. Padahal, menurut mereka batu andesit yang sudah dipasang di depan Balai Kota Solo sama sekali tidak nyaman untuk dilewati kendaraan.
“Jalan bagus kok mau diganti batu. Mending diaspal halus lagi saja. Anggarannya buat benerin jalan-jalan rusak di daerah kampung-kampung Solo. Masih banyak yang jelek. Karangasem sini jalan banyak yang rusak. Layak diaspal ulang lagi,” komentar Hendra Wibowo.
“Proyek tidak jelas. Jalan sudah baik selalu diubah dan tidak jadi-jadi,” lanjut Suryo Atmojo.
“Mending dicor saja. Biar enak jalannya tidak gronjal2,” saran Mipho Syoxta. (lna)

Leave a Reply