Nguri-uri Budaya, Klaten Gelar Festival Ketoprak 5 Hari

JoSS, KLATEN – Dewan Kesenian (Wankes) Kabupaten Klaten akan menggelar festival ketoprak antarkecamatan selama lima hari berturut-turut mulai Senin-Jumat (15-19/7) mulai pukul 19.00 WIB. Ajang nguri-uri budaya ini, dipusatkan di panggung terbuka RSPD Klaten, Jl. Sulawesi No.2, Sikenong, Klaten Tengah, Klaten.

Ketua Harian Wankes Klaten F.X. Setyawan, mengatakan festival ketoprak antarkecamatan itu diikuti perwakilan dari 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Klaten.

“Peserta festival ketoprak antarkecamatan tahun 2019 ini sangat luar biasa, karena diikuti semua kecamatan dan sekarang sudah mulai latihan. Kalau tahun 2018 lalu ada beberapa kecamatan yang absen, namun untuk 2019 ini semua kecamatan semangat mengikuti festival ketoprak,” ujarnya belum lama ini.

Seperti dilansir dari Solopos.com, Setyawan mengatakan pada festival tersebut setiap kecamatan diberi kesempatan untuk tampil satu jam.

Pada hari pertama, Senin, (15/7) ada lima kecamatan yang tampil, yakni Kecamatan Klaten Selatan dengan lakon Mertobat, Kecamatan Karangnongko dengan lakon Kodrat, Kecamatan Jogonalan membawa lakon Kalang Wiso Betak, Kecamatan Bayat dengan lakon Amukti Palapa, dan Kecamatan Juwiring dengan lakon Geger Putat Selawe.

Baca juga: PDAM Klaten Perluas Jaringan Air Bersih hingga ke Perbatasan

Pada Selasa (16/7), giliran Kecamatan Klaten Utara berlakon Joko Bluwo, Kecamatan Manisrenggo dengan lakon Sirnaning Angkara Ing Singosari, Kecamatan Kalikotes menampilkan lakon Tahta, Kecamatan Karangdowo dengan lakon Joko Samboro Winisudha, Kecamatan Prambanan dengan lakon Roro Jonggrang Bandung Bondowoso, dan Kecamatan Kemalang menampilkan lakon Ampak-ampak Singosari.

Untuk Rabu (17/7), ada enam kecamatan yang tampil, yakni Kecamatan Klaten Tengah dengan lakon Tingkir, Kecamatan Trucuk berlakon Teken Wuluh Gading, Kecamatan Tulung dengan lakon Bandung Bondowoso, Kecamatan Cawas membawa lakon Ki Ageng Mangir, Kecamatan Karanganom dengan lakon Ampak-ampak Parang Agung, dan Kecamatan Gantiwarno mengangkat cerita bertajuk Kalimataya.

Semenatara pada Kamis (18/7), tampil Kecamatan Kebonarum dengan lakon Enthit dan Ragil Kuning, Kecamatan Ceper mengangkat kisah Bedah Kaputren, Kecamatan Wedi yang lakonnya Ronggo Jumeno Mbalelo, Kecamatan Polanharjo dengan lakon Ande-Ande Lumut, Kecamatan Jatinom dengan lakon Hoyi, dan Kecamatan Wonosari dengan lakon Labuh Tresno Saboyo Pati.

Sedangkan pada hari terakhir, Jumat (19/7), Setyawan mengatakan ada tiga kecamatan yang tampil, yakni Kecamatan Ngawen dengan lakon Aryo Penangsang, Kecamatan Delanggu berlakon Ontran-ontran Mataram, dan Kecamatan Pedan menampilkan cerita Lali Purwo Duk Sino.

Acara tersebut digelar dengan dana dana hibah dari APBD Pemkab Kaltensenilai Rp2 miliar dan direncanakan mendapat tambahan hibah Rp700 juta. Dari dana hibah tersebut, Wankes Klaten merancang dan merencanakan 66 kegiatan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*