Harga Cabai Rawit di Solo Capai Rp48.000/kg, Ini Penyebabnya

Ilustrasi | Foto: taniunggulnusantara.com

JoSS, SOLO – Dalam sepekan terakhir harga cabai di pasar tradisional di Kota Solo terus naik hingga menyentuh harga Rp48.000/kg. Kenaikan ini diperkirakan karena berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi. Kondisi ini disebabkan cuaca ekstrem di sejumlah daerah sehingga berdampak pada panen.

Sebelumnya diberitakan panen cabai merah besar di Kedawung, Sragen turun sekitar 25% pada musim tanam kali ini. Akibatnya, harga cabai merah besar yang sempat anjlok setelah Lebaran kini melonjak lagi karena pasokan berkurang.

Informasi dari sejumlah petani mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air. Akibatnya, tanaman cabai mereka mengering dan hasil panen tidak maksimal.

Tanaman cabai merah besar yang banyak dibudidayakan petani di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, sebagian besar sudah layu karena kekurangan air. Para petani terpaksa memanen cabai lebih dini.

Ukuran cabai merah besar pun tidak bisa maksimal karena kurangnya pasokan air. Kulit cabai itu berkerut seperti cabai yang sudah kering dan lama dipanen.

Baca juga: Naikkan Harga Tak Wajar Jukir dan Pedagang Bakal Ditindak

Salah satu pedagang di Pasar Legi, Supriyanto, mengatakan kenaikan harga paling drastis terjadi pada cabai merah besar dan rawit merah. Menurutnya, perubahan harga ini terjadi setiap hari dalam sepekan terakhir.

“Cabai merah besar naik dari seminggu lalu, kini harganya Rp45.000/kg. Sementara cabai rawit merah Rp40.000/kg, yang ini naik Rp5.000 dari Senin [1/7]. Di sisi lain, untuk cabai rawit putih Rp31.000/kg dan cabai hijau besar Rp30.000/kg,” ujarnya, seperti dikutip dari Solopos.com, Rabu (3/7).

Warga Tawangmangu, Karanganyar, ini biasa kulakan cabai dari Jawa Timur. Menurutnya, pasokan berkurang lantaran tak banyak yang panen cabai sehingga harga berubah. Namun demikian, ini membawa konsekuensi baginya dengan tak kulakan dalam jumlah banyak. Ia biasa menyetok 3 kuintal setiap hari, kini separuhnya saja.

Di samping itu, kondisi ini juga berdampak kepada jumlah cabai yang dibeli hingga angka konsumen yang cukup sepi. Alhasil, langganan yang biasa memborong berkilogram cabai, jadi menyusut separuhnya saja.

Penjual lain, Parni, menambahkan harga cabai tak naik, tapi ganti harga saking naiknya. Di lapaknya, harga cabai rawit merah dari Rp37.000/kg menjadi Rp42.000/kg, cabai merah besar dari Rp45.000/kg menjadi Rp48.000/kg. Sementara rawit hijau dari Rp36.000/kg jadi Rp40.000/kg dan cabai hijau Rp32.000/kg dari Rp28.000/kg.

“Sepertinya tidak panen sehingga pasokan berkurang dan akibatnya harga naik sampai ke kami. Apalagi pembeli juga tidak bisa diprediksi jumlahnya setelah Lebaran ini,” ujarnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*