Bakal Jadi Rest Area Makam Kuno dan Pemukiman di Beku Dipindah

JoSS, KLATEN – Bupati Klaten, Sri Mulyani mengusulkan makam kuno dan pemukiman penduduk di daerah Beku bisa direlokasi menyusul rencana pembangunan rest area tol Solo-Jogja di lokasi tersebut. Di wilayah Klaten ada 9 Kecamatan dan 45 desa yang terdampak.

Sri Mulyani menjelaskan rest area pertama akan tetap dibangun di Beku, Karanganom dan rest area kedua di Karangnongko.

Sementara itu untuk pintu keluar tol, akan ada tiga puntu keluar tol di Klaten. “Tadinya ada dua setelah revisi yang baru exit tol ada tiga dan yang ketiga di Borangan Manisrenggo yang nantinya ada dua kaki yakni satu kaki ke Borangan dan satu ke Somokaton, Jogonalan,” katanya, belum lama ini.

Di Kecamatan Ngawen, ada SD dan SMP terdampak pembangunan tol yang sudah bersedia dipindah asal dibangunkan pengganti yang lebih bagus.

Kabag Humas Pemkab Klaten, Wahyudi Martono, mengatakan beberapa lokasi yang rencananya akan dilalui pembanguan jalan tol yang dicek antara lain Desa Kapungan di Kecamatan Polanharjo, Desa Kuncen di Kecamatan Ceper, dan Desa Beku di Kecamatan Karanganom.

Selain itu, wilayah lainnya yang terdampak tol yakni di Kecamatan Ngawen, Desa Ngrundul di Kecamatan Kebonarum, dan Desa Borangan di Kecamatan Manisrenggo.

Baca juga: Jalan Tol Solo-Jogja-Kulonprogo Ditargetkan Beroperasi Bertahap Hingga 2021

Seusai sidak, Sri Mulyani mengatakan ada 45 desa di sembilan kecamatan yang akan terdampak pembangunan jalan tol. “Luas lahan secara keseluruhan yang akan terkena dampak pembangunan jalan tol seluas 6.000 ha yang melintas di sembilan kecamatan dan 45 desa,” ungkap Sri Mulyani.

Ia menjelaskan sidak dan pengecekan itu bertujuan untuk mengetahui secara pasti lokasi yang akan terkena pembangunan jalan tol. Dengan begitu, lanjutnya, Pemkab Klaten dapat dilibatkan dalam setiap pembahasan jalan tol termasuk jika ada perubahan jalur.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani juga mengusulkan kepada PT Adi Karya agar jalan tol yang dibangun harus berjarak 200 m dari sumber mata air.

Ia meminta agar jalur tol yang mengenai sumber mata air harus dipindah. Pihak pengembang pun setuju dengan usul Sri Mulyani.

“Jalan tol di Klaten akan melintasi tiga sumber mata air seperti di Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum namun jaraknya kurang dari 200 m, maka harus digeser sehingga jangan sampai pembangunan jalan tol jangan membawa dampak rugi karena sumber mata air dimanfaatkan PDAM untuk sumber air minum,” ungkap orang nomor wahid di Kabupaten Bersinar itu.

Setelah peninjauan, Sri Mulyani berharap Pemkab Klaten selalu dilibatkan dalam setiap pembahasan pebangunan jalan tol Solo-Jogja. Dengan begitu, Pemkab Klaten bisa langsung tahu jika ada perubahan denah. Menurut Sri Mulyani, pembangunan tol Solo-Jogja juga berkaitan erat dengan aspirasi masyarakat Klaten, seperti ganti untung lahan.

“Sehingga setelah lokasi dan denah ditetapkan gubernur Jawa Tengah, semua sudah tidak ada permasalahan dan sudah sesuai aspirasi masyarakat,” tuturnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*