
JoSS, JOGJA – Mekanisme penutupan jalan Malioboro untuk kendaraan bermotor telah disiapkan oleh Dinas Perhubungan DIY, hal itu terkait rencana uji coba pedestrian jalur kawasan wisata Jogja itu pada pekan depan.
Kepala Dishub DIY, Sigit Sapto Raharjo mengatakan pada uji coba ini, Malioboro akan ditutup aksesnya untuk kendaraan bermotor (ranmor), kecuali bus Trans Jogja yang masih bisa melintas.
“Kami rencanakan tanggal 18 Juni, semoga bisa terlaksana,” katanya, Minggu (9/6) seperti dikutip dari TribunJogja.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemkot Jogja terkait dengan kesiapan kantong parkir. Menurut dia ketersediaan kantong parkir ini menjadi salah satu hal penting, karena menjadi titik penampungan kendaraan bagi warga yang akan menikmati pedestrian Malioboro.
Terkait dengan aspirasi para pedagang di sekitar Malioboro, Sigit menyebut uji coba ini masih akan dievaluasi. Pihaknya menyebut jika sosialisasi kepada pedagang belum lengkap karena memang perlu evaluasi dan masukan dari hasil uji coba. “Ini baru uji coba, sambil kita evaluasi,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya meminta masyarakat agar bisa memahami kebijakan tersebut. Hal ini sebagai langkah dan bagian dalam membangun dan menata ikon Jogja yang selama ini sering bermasalah terkait kemacetan arus lalulintas di wilayah itu.
Baca juga: Kawasan Kuliner Unik di Jogja Yang Bikin Ketagihan
“Uji coba nanti dilaksanakan dan ada masukan masyarakat, akan kami undang di kantor Gubernuran untuk sosialisasi dan masukannya,” urainya.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi menjelaskan, uji coba arus lalu lintas di Malioboro artinya untuk mencoba dan melihat ada permasalahan apa saja yang terjadi ketika sebuah rute baru akan diterapkan secara permanen.
Dari uji coba itu, pemerintah akan mendapatkan input untuk nantinya bisa dibuat kebijakan. “Pemkot memahami bahwa untuk mengenalkan rute baru perlu waktu dan membiasakan. Jadi penerapan sepenuhnya untuk kawasan Jalan Malioboro bebas kendaraan perlu beberapa tahapan dan perlu melakukan pembiasaan jalur dan rute baru itu, ” ujarnya.
Pemerintah, kata dia, merancang untuk mengatasi permasalahan kemacetan di Yogya. Untuk itu, dibuat manajemen lalu lintas yang baru dan signifikan dampak hasil positifnya.
Diantara membuat arus jalan in/out ke Jogja dengan menerapkan satu arah di sejumlah ruas jalan. Dalam penerapannya perlu kajian dan uji coba.
Usai uji coba ini, tahap kedua nanti juga dilakukan uji coba pembiasaan, dengan menerapkan secara bertahap. Misalnya permulaannya hanya diterapkan pada hari tertentu saja, atau diterapkan pada malam hari saja. (lna)

Leave a Reply