Kombinasi One Way dan Contra Flow Dinilai Efektif Tekan Kemacetan 

Arus lalullintas One Way (Satu Arah) mudik lebaran | Foto: twitter oki ahmad @okimubaroq

JoSS, SEMARANG — PT Jasa Marga menilai rekayasa lalu lintas dengan menggabungkan dua sistem yaitu one way (satu arah) dan contra flow (lawan arus dengan memberi pembatas sebagian ruas jalan) di ruas Tol Cikampek Utama – Brebes Barat dinilai efektif tekan kemacetan arus Mudik 2019.

Corporate Communications Department Head PT Jasa Marga (Persero) Irra Susiyanti mengatakan, rekayasa lalu lintas one way yang diberlakukan mulai KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama–KM 263 Brebes Barat resmi ditutup pada pukul 19.25 WIB.

Langkah itu dilakukan setelah arus lalu lintas di ruas Tol Cikampek Utama – Brebes Barat tersebut terpantau lancar.

“Rekayasa lalu lintas one way menuju arah timur telah berlangsung selama dua hari berturut-turut dengan pelaksanaan yang relatif masih sesuai dengan rencana,” kata Irra, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (31/5) malam.

Irra melanjutkan, kombinasi rekayasa lalu lintas one way dan contra flow pada periode mudik Lebaran 2019 dinilai sangat efektif. Hal itu tercermin dari keberhasilan rekayasa lalu lintas itu mengurai kepadatan di lajur maupun antrean di gerbang tol, serta pemenuhan kebutuhan kapasitas rest area.

Irra melanjutkan saat rilis dibuat ruas Tol Jakarta-Cikampek terpantau lancar. Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dalam berkendara, perhatikan rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan.

Selain itu Irra meminta para pengguna tol memastikan kecukupan saldo uang elektronik dan bahan bakar kendaraan sebelum memasuki jalan tol agar perjalanan lebih nyaman.

Sementara itu, dikutip dari Bisnis.com, pemudik bersepeda motor ke arah Jawa Tengah diproyeksikan meningkat pada malam hari, mulai pukul 20:00 WIB hingga menjelang sahur.

Baca juga: Ribuan Pemudik Mulai Berdatangan di Semarang

Berdasarkan pantauan Tim Jelajah Lebaran Jawa–Bali 2019, kendaraan pemudik mulai ramai melintasi jalur Pantura arteri menuju Semarang, Jawa Tengah. Pemudik bersepeda motor pun tampak mulai ramai melintas.

Hal tersebut sejalan dengan proyeksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bahwa lalu lintas pemudik bersepeda motor akan meningkat pada malam hari.

Kepala Satuan Pelaksana Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Kemenhub unit Tanjung, Kabupaten Brebes, Lilik Hartanto menjelaskan peningkatan tersebut telah tampak sejak H-7 lebaran 2019.

“Sepeda motor mengalami peningkatan pada jam tertentu, seperti pada jam 20:00 sampai menjelang sahur. Keselamatan perlu diperhatikan dan pantau kecepatan [pada waktu tersebut],” ujarnya.

Berdasarkan data UPPKB Kemenhub unit Tanjung, jumlah pemudik bersepeda motor menuju Brebes dari Jawa Barat pada 30 Mei 2019 – 31 Mei 2019 mencapai 58.779 motor.

Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan pemudik bersepeda motor pada 29 Mei 2019 – 30 Mei 2019 sebanyak 24.094 motor. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*