
JoSS, SOLO – Kereta api (KA) Bandara Adi Soemarmo Solo rencananya beroperasi pada September 2019. Hal itu menyusul selesainya pembangunan stasiun di bandara internasional tersebut. Pengoperasian KA bandara ini diharapkan mempermudah akses ke bandara Solo sehingga mampu mendongkrak jumlah penumpang.
General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman, mengatakan, Stasiun Bandara sudah rampung. Kereta api yang melayani rute ke Bandara Adi Soemarmo pun telah dipersiapkan.
Sebelumnya, pada pertengahan tahun lalu PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VI/Yogyakarta telah mengoperasikan telah dua kereta rel diesel elektrik (KRDE).
Marcomm Manager PT KAI Daop VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto mengatakan dua rangkaian kereta yang sedianya dimanfaatkan untuk melayani rute kereta bandara, yakni Bandara Adi Soemarmo – Solo Balapan – Stasiun Tugu, akan dioperasikan terlebih dahulu untuk melayani rute Prambanan Ekspress (Prameks) Solo Balapan-Kutoarjo.
Baca juga: BIY Kebut Penyelesaian Flyover dan Jalur Kereta
Tiket KA yang diberi nama KA BIAS itupun direncanakan berlaku secara parsial yakni Solo-Jogja senilai Rp30.000/penumpang dan Solo-Kutoarjo Rp40.000/penumpang.
Harga tiket KA BIAS lebih mahal dibandingkan tarif KA Prameks karena KA BIAS dirancang dengan banyak keunggulan dibanding kereta yang selama ini melayani Prameks. Selain itu, pemerintah belum mengalokasikan anggaran subsidi untuk KA BIAS sehingga tarif yang berlaku bukan tarif subsidi.
“Jadi tarifnya beda dengan Prameks karena Prameks sudah dengan subsidi pemerintah, jadi tarifnya hanya Rp8.000/penumpang,” kata, seperti dikutip dari Solopos.com.
Menurut Eko, tarif Rp30.000 hingga Rp40.000 per penumpang bisa diterima pasar Solo-Jogja-Kutoarjo, terutama pengguna jasa yang menginginkan kenyamanan mobilitas alternatif selain bus. “KA ini adalah kereta mewah, lebih nyaman dan aman, bahkan kalau bisa jarak tempuhnya bisa lebih singkat.”
Selama ini, perjalanan KA Prameks Solo-Jogja rata-rata ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam. Dengan KRDE KA BIAS ini, perjalanan bisa lebih cepat, yaitu sekitar 40 menit saja. Namun waktu tempuh itu akan diatur lagi menyesuaikan dengan kondisi trek dan pengaturan lintasannya. (lna)

Leave a Reply